KABARBURSA.COM - Harga emas dan perak kembali mengalami penurunan pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026 karena persyaratan margin yang lebih tinggi di CME Group. Hal ini pun memperparah aksi jual tajam pekan lalu..
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 5,2 persen menjadi USD4.613,99 per ons setelah sebelumnya anjlok hampir 10 persen di awal sesi. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun 2,3 persen menjadi USD4.636,90 per ons.
Diketahui, harga emas batangan anjlok 9,8% pada hari Jumat lalu, dan telah kehilangan sekitar USD900 dari rekor tertingginya pada 29 Januari sebesar USD5.594,82.
"Harga emas dan perak seperti naik roller coaster, dan ketika Anda sampai di puncak 'bukit lift', gravitasi mengambil alih dan Anda akan jatuh ke bawah," kata analis SP Angel, John Meyer.
Sementara itu, harga perak spot juga ikut turun 10,4 persen menjadi USD75,79 per ons, setelah sebelumnya merosot hingga 15 persen di awal sesi. Perak telah turun sekitar 37 persen sejak mencapai rekor tertinggi USD121,64 pekan lalu.
Terlepas dari penurunan tajam tersebut, para analis menegaskan agar tidak menganggap kondisi ini sebagai awal dari penurunan ekonomi yang berkepanjangan.
"Kondisi saat ini tampaknya tidak mendukung pembalikan harga emas yang berkelanjutan," kata Michael Hsueh, analis logam mulia di Deutsche Bank, dalam sebuah catatan.
Walau begitu, ia memandang bahwa investor berharap harga kembali naik dan menunjukkan volatilitas yang berkelanjutan daripada penurunan sentimen pasar.
CME Group mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka akan menaikkan persyaratan margin pada kontrak berjangka logam mulia, dengan perubahan tersebut mulai berlaku setelah penutupan pasar pada hari Senin.
Sementara itu, para analis mengatakan bahwa penurunan harga yang tajam telah mendorong banyak pedagang keluar.
"Kami melihat sejumlah uang keluar dari ETF dan kami menduga beberapa hedge fund yang berani mengambil dana tersebut dari sana," kata Meyer.
Di sisi lain, Harga platinum spot turun 3,3 persen menjadi USD2.090,80 per ons, sementara paladium turun 2,7 persen menjadi USD1.652,25. (*)