Logo
>

BGN Habiskan Anggaran Segini di Periode Bencana Sumatera

Penelusuran data distribusi MBG BGN di Aceh, Sumut, dan Sumbar menunjukkan klaim 1,5 juta porsi.

Ditulis oleh Syahrianto
BGN Habiskan Anggaran Segini di Periode Bencana Sumatera
Distribusi Makan Bergizi Gratis oleh BGN selama masa tanggap darurat bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (Foto: Dok. BGN)

KABARBURSA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim telah menyalurkan sekitar 1,5 juta porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). 

Klaim tersebut merujuk pada akumulasi penyaluran bantuan gizi yang dilakukan sepanjang fase tanggap darurat hingga awal pemulihan pada akhir November hingga pertengahan Desember 2025. 

Lantas, seberapa valid angka tersebut jika ditelusuri berdasarkan rangkaian laporan resmi yang telah dipublikasikan? 

Berdasarkan penulusuran yang dilakukan Kabarbursa.com terhadap data BGN, distribusi MBG dimulai sejak akhir November 2025. 

Pada fase awal, penyaluran masih bersifat lokal dan tersebar. Di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dua hingga tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyalurkan 1.591 paket MBG pada 26 November 2025 dan 2.033 porsi pada 27 November 2025. Skala distribusi pada tahap ini masih ribuan porsi dan belum mencerminkan akumulasi provinsi.

Distribusi dalam skala besar di Sumatera Utara baru tercatat pada 29 November 2025, ketika BGN mengalihkan penerima manfaat MBG dari siswa sekolah ke warga terdampak banjir. 

Saat itu, 179 SPPG di 10 kabupaten/kota menyalurkan sekitar 290.000 paket MBG. Rinciannya meliputi Kota Medan sekitar 55.000 porsi, Kabupaten Deli Serdang sekitar 100.000 porsi, Langkat sekitar 32.000 porsi, Tebing Tinggi sekitar 45.000 porsi, serta distribusi lebih kecil di Padangsidimpuan, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Sibolga, dan Serdang Bedagai. 

Namun, dalam laporan lanjutan BGN per 12 Desember 2025, angka Sumatera Utara yang disajikan hanya 32.657 porsi, tanpa penjelasan eksplisit apakah angka ini merupakan tambahan terbaru atau bagian dari akumulasi sebelumnya.

Kepala Regional BGN Sumatera Utara, Agung Kurniawan, menyebut pengalihan SPPG dilakukan untuk mencegah terhentinya layanan gizi. 

“Sebanyak 179 SPPG kami operasikan untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan asupan makanan bergizi,” ujarnya, dikutip Senin, 29 Desember 2025. 

Meski demikian, laporan BGN juga mencatat adanya SPPG yang tidak beroperasi akibat keterbatasan listrik, akses bahan baku, dan gangguan logistik, yang berpotensi memengaruhi konsistensi distribusi.

Kontributor terbesar dalam klaim 1,5 juta MBG berasal dari Aceh. Hingga 12 Desember 2025, BGN mencatat penyaluran di Aceh mencapai 1.568.259 porsi MBG. Angka ini ditopang oleh pengalihan ratusan SPPG menjadi dapur umum. Pada 7 Desember 2025, misalnya, 105 SPPG dilaporkan menyalurkan 562.676 porsi MBG hanya dalam satu hari. Distribusi terbesar terkonsentrasi di Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, dan Pidie Jaya.

Kepala Regional SPPG Provinsi Aceh, Mustafa Kamal, mengakui distribusi dilakukan di tengah keterbatasan akses. “Kami tetap berusaha memproduksi MBG di SPPG yang masih dapat beroperasi untuk masyarakat terdampak,” ujarnya. 

Namun, laporan yang sama juga menyebutkan masih adanya SPPG yang lumpuh dan belum sepenuhnya pulih, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kesinambungan distribusi di seluruh wilayah terdampak.

Sementara itu, Sumatera Barat mencatat distribusi paling kecil. BGN hanya melaporkan pengalihan tiga SPPG di Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang, dengan total 2.929 porsi MBG. Tidak ada penjelasan lanjutan mengenai perluasan distribusi di provinsi tersebut meski status bencana masih berlangsung.

Jika dirujuk pada laporan konsolidasi terbaru, BGN merinci penyaluran MBG per 12 Desember 2025 sebagai berikut: Aceh 1.568.259 porsi, Sumatera Utara 32.657 porsi, dan Sumatera Barat 2.929 porsi. 

Secara matematis, total tersebut mencapai sekitar 1.603.845 porsi. Angka inilah yang kemudian disederhanakan menjadi klaim 1,5 juta MBG.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyatakan bahwa klaim tersebut merupakan pembulatan. “BGN memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses makanan bergizi. Angka 1,5 juta merupakan pembulatan dari realisasi distribusi di lapangan,” ujarnya. 

Namun, BGN belum memberikan penjelasan rinci terkait potensi tumpang tindih antara data distribusi harian, laporan provinsi, dan angka akumulatif lintas waktu. 

Berapa Anggaran yang Dikeluarkan BGN?

Mengacu petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program MBG, biaya yang ditetapkan untuk setiap porsi MBG adalah Rp15.000. 

Dengan dasar tersebut, besaran anggaran yang dikeluarkan BGN selama periode penanganan bencana dapat diturunkan langsung dari jumlah porsi yang dilaporkan, tanpa mencampurkan data antarperiode yang berpotensi tumpang tindih.

Berdasarkan laporan konsolidasi per 12 Desember 2025, total penyaluran MBG di tiga provinsi mencapai 1.603.845 porsi, terdiri atas Aceh 1.568.259 porsi, Sumatera Utara 32.657 porsi, dan Sumatera Barat 2.929 porsi. 

Dengan tarif Rp15.000 per porsi, estimasi nilai belanja yang dihitung oleh Kabarbursa.com, setara penyaluran MBG adalah sebagai berikut:

  • Aceh:
    1.568.259 porsi × Rp15.000 = Rp23,52 miliar
  • Sumatera Utara:
    32.657 porsi × Rp15.000 = Rp489,86 juta
  • Sumatera Barat:
    2.929 porsi × Rp15.000 = Rp43,94 juta

Secara kumulatif, total anggaran setara yang melekat pada penyaluran MBG selama periode bencana tersebut mencapai sekitar Rp24,06 miliar.

Angka ini merupakan estimasi paling defensible karena bertumpu pada satu titik data konsolidasi dan menghindari penghitungan ganda dari laporan harian maupun regional sebelumnya. 

Sebagai perbandingan, pada fase awal tanggap darurat, BGN sempat melaporkan penyaluran sekitar 290.000 paket MBG di Sumatera Utara per 29 November 2025, yang setara Rp4,35 miliar, serta 562.676 porsi di Aceh hanya dalam satu hari pada 7 Desember 2025, setara Rp8,44 miliar. 

Namun, angka-angka tersebut telah tercakup dalam laporan akumulatif berikutnya dan tidak dapat dijumlahkan kembali. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.