KABARBURSA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap lanjutan pada awal 2026 dengan mengoperasikan 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak mulai 8 Januari 2026.
Dengan kesiapan tersebut, pemerintah menargetkan layanan MBG langsung menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia sejak hari pertama operasional tahun ini.
Program MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dijanjikan dalam Pemilihan Presiden 2024.
Program tersebut masuk dalam daftar delapan Program Hasil Terbaik Cepat dengan tujuan memperbaiki status gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta membebaskan anak Indonesia dari malnutrisi. Pada 2025, MBG ditargetkan menjangkau 19,47 juta penerima manfaat sebelum diperluas hingga 82,9 juta orang pada 2026.
Sepanjang 2025, pelaksanaan MBG mengalami percepatan signifikan. Program yang dimulai pada 6 Januari 2025 dengan 190 SPPG dan melayani sekitar 570 ribu penerima manfaat, berkembang hingga mencapai 19.188 SPPG di akhir tahun. Ekspansi ini menjadi fondasi utama bagi perluasan cakupan layanan pada 2026.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyebut tahun 2025 sebagai fase pembangunan sistem dasar MBG. “Tahun 2025 kami gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Dari 190 SPPG di awal tahun hingga 19.188 SPPG di akhir tahun,” ujar Dadan dikutip Minggu, 4 Januari 2025.
Ia menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur tersebut memungkinkan MBG langsung berjalan dalam skala besar. “Mulai 8 Januari 2026, MBG melayani lebih dari 55 juta penerima manfaat,” kata Dadan.
Ambisi besar program ini diikuti oleh alokasi anggaran yang juga signifikan. Pada 2025, pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp71 triliun untuk MBG.
Memasuki 2026, anggaran program ini melonjak hingga Rp335 triliun atau meningkat hampir lima kali lipat, seiring target perluasan penerima manfaat dan penguatan sistem layanan gizi nasional.