Logo
>

BI: Keyakinan Konsumen Tetap Optimistis, Indeks Februari 2026 Capai 125,2

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan optimisme konsumen didorong oleh persepsi masyarakat yang semakin membaik terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
BI: Keyakinan Konsumen Tetap Optimistis, Indeks Februari 2026 Capai 125,2
Logo Bank Indonesia (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM — Keyakinan masyarakat terhadap kondisi perekonomian nasional masih terjaga pada awal tahun ini. Survei yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan tingkat optimisme konsumen tetap kuat pada Februari 2026.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tercatat sebesar 125,2, atau berada di atas ambang optimistis (di atas 100).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan optimisme konsumen didorong oleh persepsi masyarakat yang semakin membaik terhadap kondisi ekonomi saat ini.

“Survei Konsumen Februari 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang berada pada level optimistis sebesar 125,2,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Senin, 9 Maret 2026.

Ramdan menjelaskan penguatan optimisme tersebut terutama didorong oleh peningkatan penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini. Hal ini terlihat dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat 115,9, naik dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 115,1.

Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masih berada di level optimistis sebesar 134,4, meskipun sedikit menurun dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 138,8.


Suku Bunga BI Tetap 4,75 Persen

Sebelumnya diberitakan, BI memutuskan mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Kamis, Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam paparan daring, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, suku bunga Deposit Facility tetap 3,75 persen dan Lending Facility 5,50 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengarahkan inflasi dalam sasaran 2,5±1 persen pada 2026–2027, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Perry menyatakan keputusan tersebut konsisten dengan fokus kebijakan stabilisasi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Ia menegaskan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran terus diperkuat untuk menjaga inflasi dan mendukung pertumbuhan.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18–19 Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen,” ujar Perry, Kamis, 19 Februari 2026.

Menurut Perry, langkah ini ditempuh dengan mempertimbangkan dinamika global dan domestik yang masih memerlukan respons kebijakan terukur.

“Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026–2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

BI menyampaikan bahwa inflasi 2026–2027 diprakirakan tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen. Dengan proyeksi tersebut, ruang kebijakan ke depan tetap dicermati sejalan dengan perkembangan inflasi dan stabilitas eksternal.

Perry menambahkan BI akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter yang telah ditempuh sebelumnya. Otoritas juga mencermati ruang penurunan suku bunga lebih lanjut dengan mempertimbangkan prakiraan inflasi serta kebutuhan menjaga stabilitas.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini dengan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut sejalan dengan prakiraan inflasi 2026–2027 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen dan upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya. (*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.