Logo
>

BI Prakirakan Inflasi Meningkat pada Februari 2026, Kenapa?

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Februari 2026 yang tercatat sebesar 168,6

Ditulis oleh Hutama Prayoga
BI Prakirakan Inflasi Meningkat pada Februari 2026, Kenapa?
Ilustrasi Kantor Bank Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Bank Indonesia (BI) memprakirakan tekanan inflasi sebulan mendatang atau Februari 2026 mengalami peningkatan.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Februari 2026 yang tercatat sebesar 168,6, lebih tinggi dibandingkan dengan 163,2 pada periode sebelumnya didorong oleh ekspektasi kenaikan harga menjelang periode Ramadan 1447 H.

    Sementara itu, Ramdan menyampaikan inflasi diperkirakan akan menurun pada bulan Mei 2026.

    "Sementara itu, IEH Mei 2026 tercatat sebesar 154,5, lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar 161,7," ujar Ramdan dalam keterangannya, Senin, 12 Januari 2026.

    Adapun pada November 2025, Indeks Penjualan Riil (IPR)  secara tahunan tumbuh sebesar 6,3 persen year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan IPR bulan sebelumnya sebesar 4,3 persen (yoy).

    Ramdan menyampaikan, pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh peningkatan penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, serta barang budaya dan rekreasi.

    Adapun secara bulanan, penjualan eceran pada November 2025 tumbuh sebesar 1,5 persen (mtm), didukung oleh peningkatan penjualan kelompok peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, suku cadang dan aksesori, serta makanan, minuman, dan tembakau.

    "Seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang periode perayaan HBKN Natal dan Tahun Baru," ujarnya

    Di sisi lain, Ramdan menyatakan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini berdasarkan survei konsumen BI pada Desember 2025.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan keyakinan itu tercermin dari  Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 123,5.

    "Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Desember 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK)," ujar dia dalam keterangannya, Jumat, 9 Desember 2025.

    Ramadan membeberkan, IKE dan IEK tetap berada pada level optimis yang masing-masing sebesar 111,4 dan 135,6, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,5 dan 136,6.

    Adapun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan fundamental ekonomi domestik Indonesia tetap resilien dengan pertumbuhan pada kuartal  III mencapai 5,04 persen year on year (yoy). Catatan ini membaik setelah menyentuh di bawah 5 persen pada kuartal I.

    "Didukung pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi yang bekerja dengan baik," tulis Kemenkeu dalam keterangan resmi pada Jumat, 9 Januari 2025.

    Stabilitas ekonomi juga terefleksi pada inflasi yang terkendali di level 2,92 persen (yoy), mendukung daya beli dan aktivitas usaha. Kemenkeu menyebut inflasi berada dalam rentang sasaran didukung kebijakan harga dan penguatan peran Bulog, serta efektivitas koordinasi kebijakan pengendalian inflasi pusat dan daerah, termasuk dengan BI dan Kementerian terkait.

    Di tengah gejolak perdagangan global, kinerja sektor eksternal Indonesia tetap kuat dengan surplus neraca perdagangan Januari – Desember 2025 sebesar USD46,0 miliar (estimasi Kemenkeu), meningkat 46,8 persen (ctc), dengan pertumbuhan ekspor 6,2 persen terutama ditopang sektor industri.

    "Perkembangan ini selaras dengan ekspansi sektor manufaktur, di mana  Purchasing Managers’ Index ekspansif di 51,2 pada Desember 2025, setelah terkontraksi pada April hingga Juli," sebut Kemenkeu. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Hutama Prayoga

    Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

    Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.