KABARBURSA.COM - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) memperoleh mandat penyaluran 17.356 unit Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) pada 2026.
Hal tersebut terjadi setelah BNI menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dan BP Tapera.
Direktur Network & Retail Funding BNI, Rian Eriana Kaslan mengatakan penugasan tersebut merupakan kesinambungan peran BNI sebagai agen pembangunan di sektor perumahan.
“Dengan jaringan BNI yang tersebar nasional dan sinergi erat bersama BP Tapera serta Kemen PKP, kami optimistis penyaluran FLPP 2026 dapat berjalan tepat sasaran, prudent, dan memberi kemudahan bagi MBR memiliki rumah pertama,” ujar dia dalam keterangannya dikutip dari situs resmi BNI, Jumat, 26 Desember 2025.
BNI akan terus mengoptimalkan peran jaringan kantor dan seluruh area kerja untuk mendukung program perumahan nasional, mulai dari kesiapan debitur, dukungan teknis pelaksanaan akad secara hibrid, hingga edukasi yang komprehensif kepada masyarakat mengenai manfaat dan skema pembiayaan KPR FLPP.
Pergerakan Saham BBNI
Berbicara pergerakan saham, BBNI ditutup terkoreksi usai melemah 0,47 persen atau turun 20 poin ke level 4.270 pada perdagangan Rabu, 24 Desember 2025.
Mengutip data perdagangan Stockbit, saham BBNI tercatat melemah 1,61 persen dalam sepekan terakhir. Tekanan juga terlihat dalam horizon satu bulan dengan koreksi 3,39 persen.
Meski demikian, pergerakan harga dalam jangka menengah mulai menunjukkan pemulihan. Dalam periode tiga bulan, saham perbankan pelat merah ini mencatat kenaikan 1,91 persen, sementara secara enam bulan menguat 3,89 persen.
Secara tahunan, kinerja saham BBNI masih cenderung terbatas. Sepanjang year to date (YTD) saham ini turun 1,84 persen, dan dalam satu tahun terkoreksi 2,51 persen. Bahkan, dalam rentang tiga tahun, BBNI tercatat melemah 8,42 persen. (*)