KABARBURSA.COM — Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani menegaskan pentingnya menjaga kualitas pertumbuhan pasar modal Indonesia, tidak hanya dari sisi ukuran kapitalisasi pasar, tetapi juga dari aspek transparansi, akuntabilitas, dan mekanisme pembentukan harga yang sehat.
Ia menilai momentum gejolak pasar dalam beberapa hari terakhir justru bisa menjadi titik balik untuk memperbaiki kualitas pasar modal nasional agar lebih kredibel di mata investor domestik maupun global.
Rosan mengingatkan perkembangan pasar modal Indonesia dalam dua dekade terakhir menunjukkan kemajuan signifikan, termasuk lonjakan jumlah investor ritel dari ratusan ribu menjadi jutaan. Menurutnya, pasar modal memiliki peran strategis dalam mendorong perekonomian nasional, baik melalui pembiayaan dunia usaha, termasuk UMKM, maupun kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini terjaga di atas 5 persen. Konsumsi domestik dan investasi menjadi dua motor utama pertumbuhan, sehingga keberlanjutan pasar modal menjadi kepentingan bersama.
Ia menekankan, pembentukan harga saham di Bursa Efek Indonesia harus berlangsung secara murni berdasarkan mekanisme permintaan dan penawaran. Dengan mekanisme pasar yang sehat, harga saham yang tinggi dinilai wajar selama ditopang oleh valuasi dan kinerja fundamental emiten. Dalam konteks itu, Rosan membandingkan dinamika harga saham di Indonesia dengan saham Tesla di Nasdaq.
“Harga yang tinggi pun adalah yang wajar, kita bisa lihat perbandingannya. Misalnya, contohnya Tesla, itu valuasinya, PI-nya itu jauh di atas perusahaan-perusahaan yang sudah, perusahaan-perusahaan kendaraan motor yang sudah exist sebelumnya. Valuationnya is very very high, that's fine,” ungkap Rosan dalam acara Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall BEI, Jakarta, Minggu, 1 Februari 2026.
Ia menegaskan kembali bahwa selama harga terbentuk secara murni oleh mekanisme pasar, lonjakan harga tidak seharusnya menjadi persoalan. Mekanisme pasar yang sehat justru membuat faktor likuiditas tidak menjadi isu di kemudian hari karena pelaku pasar memahami risiko dan peluang secara rasional.
“Selama itu murni dari pembentukan harga pasar, berapapun nilainya, itu tidak akan menjadi masalah. Mau nilainya sangat tinggi pun tidak ada masalah. Karena kenapa? Begitu pembentukan harga pasar itu murni dari pasar, sehingga faktor likuiditas tidak akan menjadi faktor isu, tidak menjadi faktor yang menimbulkan isu ke depannya,” jelasnya.
Lebih jauh, Rosan menilai upaya penguatan kualitas pasar modal harus dilakukan secara kolektif oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, hingga pelaku industri. Ia menyebut momentum pembenahan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas pasar modal saat ini sudah lama dinantikan dan perlu segera dieksekusi.
Ia juga menyatakan keyakinannya terhadap kepemimpinan regulator dan otoritas pasar saat ini untuk mendorong percepatan reformasi. Rosan menilai langkah-langkah perbaikan yang dipaparkan otoritas, termasuk agenda reformasi struktural dan respons terhadap ekspektasi penyedia indeks global, akan memperkuat kepercayaan investor ke depan.
“beberapa hal yang sangat-sangat positif, yang memang itu bukan hanya harapan dari indeks luar negeri, MSCI, dan lain-lain, tapi intinya adalah harapan dari para investor dalam dan juga luar negeri,” ucap dia.
Rosan menegaskan, Danantara mendukung penuh langkah-langkah reformasi pasar modal yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, mengingat kontribusi perusahaan-perusahaan BUMN yang berada di bawah Danantara mencapai porsi signifikan terhadap total kapitalisasi pasar.
Menurutnya, penguatan kualitas bursa akan membantu mencerminkan valuasi dan kondisi fundamental perusahaan secara lebih akurat, sekaligus memperkuat persepsi positif investor terhadap pasar modal Indonesia.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.