KABARBURSA.COM - Bursa saham Eropa bergerak hati-hati pada perdagangan Rabu, 27 Agustus 2025, dengan indeks pan-Eropa STOXX 600 hanya mampu mencatat kenaikan tipis 0,10 persen ke level 554,76, sehari setelah mengalami tekanan jual terbesar dalam hampir sebulan.
Kenaikan terbatas ini memperlihatkan bahwa investor masih diliputi kewaspadaan, terutama terhadap ketidakstabilan politik di Prancis dan penantian laporan keuangan Nvidia yang dipandang sebagai penentu arah reli teknologi global.
Pergerakan bursa regional menunjukkan pola variatif. Di Jerman, indeks DAX melemah 0,44 persen ke 24.046,21, sementara FTSE 100 Inggris turun 0,11 persen ke 9.255,50. Sebaliknya, CAC Prancis justru menguat 0,44 persen ke 7.743,93, memulihkan sebagian kerugian setelah sehari sebelumnya tergelincir ke level terendah dalam tiga pekan.
Pemulihan di Paris terjadi meski ketidakpastian politik kian dalam. Tiga partai oposisi besar secara terbuka menyatakan tidak akan mendukung Perdana Menteri Francois Bayrou dalam mosi percaya pada 8 September terkait rencana pemotongan anggaran besar-besaran.
Jika Bayrou gagal mempertahankan posisinya, Presiden Emmanuel Macron dihadapkan pada pilihan sulit: menunjuk perdana menteri baru, mempertahankan Bayrou sementara, atau menggelar pemilu cepat.
Situasi ini menciptakan risiko politik tambahan yang membayangi investor, terutama pada saham domestik seperti bank, utilitas, dan jasa bisnis yang sudah lebih dulu tertekan.
Meski demikian, di tengah ketidakpastian politik, laporan keuangan emiten Eropa memberikan sedikit angin segar. Dari sekitar 52 persen perusahaan yang sudah merilis kinerja kuartal II, lebih dari separuh berhasil melampaui ekspektasi analis.
Hal ini menunjukkan adanya ketahanan korporasi di tengah tekanan tarif, perlambatan global, dan ketidakpastian ekonomi. Beberapa analis menilai meskipun risiko masih besar, secara makro prospek ekonomi Eropa masih cukup solid sehingga tekanan tidak sepenuhnya mendominasi pasar.
Namun, sentimen sektoral menunjukkan kontras tajam. Sektor perbankan menjadi penekan terbesar dengan penurunan 1,3 persen, dipicu aksi jual pada saham-saham besar seperti Deutsche Bank dan Commerzbank yang masing-masing anjlok 3,4 persen dan 4,9 persen setelah Goldman Sachs menurunkan peringkatnya.
Di sisi lain, sektor barang pribadi dan rumah tangga justru menjadi bintang dengan kenaikan 1,5 persen. Saham Swatch melesat 6,3 persen setelah CEO perusahaan menyatakan pihaknya mampu mengimbangi dampak tarif Amerika Serikat dengan menaikkan harga produk.
Performa ini mengangkat sentimen di kalangan produsen barang mewah yang selama ini menjadi andalan Eropa.
Saham individu lain juga menunjukkan dinamika menarik. DiaSorin, perusahaan diagnostik medis asal Italia, terperosok 5,8 persen setelah J.P. Morgan memangkas rekomendasinya menjadi “underweight”, sementara JD Sports naik 3,6 persen berkat lonjakan penjualan di pasar Amerika.
Perbedaan tajam ini menggambarkan bahwa investor masih selektif, menimbang risiko politik, arah kebijakan global, dan prospek kinerja korporasi.
Secara keseluruhan, perdagangan bursa Eropa hari ini mencerminkan pasar yang masih terjebak dalam tarik-menarik antara risiko politik dan kekuatan fundamental. Ketidakpastian di Prancis menambah lapisan kekhawatiran, sementara fokus global tetap pada Nvidia yang segera merilis laporan keuangan.
Bagi investor, Eropa kini menjadi ajang keseimbangan: di satu sisi tekanan politik dan sektor perbankan menahan langkah, namun di sisi lain ketahanan laba perusahaan serta kekuatan sektor barang mewah memberi harapan bahwa benua ini masih mampu bertahan menghadapi gejolak.
Dengan latar belakang global yang terus bergerak cepat, pasar Eropa tampaknya akan tetap berfluktuasi dalam beberapa pekan ke depan, menunggu kejelasan politik di Prancis sekaligus arahan dari pasar teknologi dunia.(*)