KABARBURSA.COM - Indonesia kembali mencatatkan pencapaian impresif pada sektor eksternal. Cadangan devisa nasional pada Desember 2025 melonjak ke level USD 156,5 miliar, meningkat tajam dari posisi USD 150,1 miliar pada bulan sebelumnya, sekaligus menandai titik tertinggi sejak Maret tahun yang sama.
Menurut Bank Indonesia, kondisi tersebut mencerminkan sentimen positif investor terhadap arah perekonomian nasional. Di saat yang sama, imbal hasil investasi yang masih kompetitif menjadi magnet tersendiri, menjaga Indonesia tetap menarik di mata pelaku pasar global, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis 8 Desember 2026.
Peningkatan tersebut bukanlah hasil kebetulan. Menguatnya penerimaan dari sektor pajak dan jasa, keberhasilan pemerintah menerbitkan sukuk global, serta realisasi penarikan pinjaman luar negeri menjadi faktor utama yang menopang akumulasi cadangan devisa ke level yang semakin solid.
Pada posisi tersebut, cadangan devisa Indonesia dinilai berada dalam kondisi sangat aman. Nilainya cukup untuk membiayai impor selama 6,4 bulan, atau sekitar 6,3 bulan impor sekaligus pembayaran kewajiban utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh melampaui standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor.
Ke depan, Bank Indonesia memproyeksikan daya tahan sektor eksternal tetap terjaga dengan baik. Proyeksi ini ditopang oleh prospek ekspor yang terus berkelanjutan serta derasnya arus masuk investasi asing yang diperkirakan berlanjut.(*)