KABARBURSA.COM - Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, melancarkan kritik tajam terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) terkait keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah masa libur sekolah.
Menurut Media, pelaksanaan MBG di saat sekolah libur justru menimbulkan problematika baru di lapangan dan dinilai tidak efektif. Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah sekolah tetap mewajibkan siswa datang hanya untuk mengambil paket MBG. Di sisi lain, ada sekolah yang meminta orang tua siswa datang untuk mengambil jatah makanan bagi anak-anak mereka.
“Ini jelas merepotkan. Saat sekolah libur, anak-anak seharusnya tidak dibebani kewajiban datang ke sekolah, apalagi hanya untuk mengambil makanan,” ujar Media.
Media menekankan, BGN harus peka terhadap kritik masyarakat terkait kebijakan ini. Menurutnya, memaksakan pelaksanaan MBG saat libur sekolah mencerminkan perencanaan yang lemah dan kurangnya kepekaan terhadap kondisi nyata di lapangan.
Ia juga menegaskan bahwa kritik ini bukan menolak tujuan program MBG, tetapi menyoroti cara pelaksanaannya yang dianggap tidak tepat waktu serta berpotensi memboroskan anggaran.
“BGN harus transparan, jelaskan apa alasan program ini tetap dijalankan saat sekolah libur,” tegasnya.
Lebih jauh, Media menyoroti kemungkinan adanya kepentingan pihak tertentu, khususnya pengelola dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menilai sulit menepis kesan bahwa keberlanjutan program saat libur sekolah lebih menguntungkan penyedia layanan ketimbang peserta didik.
“Sulit dilepaskan dari analisis bahwa yang diuntungkan justru pemilik dapur MBG. Ini yang harus dijawab secara jujur oleh BGN,” tambah Media.
Media juga mengingatkan bahwa anggaran MBG bersumber dari uang publik, bukan dana pribadi Presiden Prabowo Subianto maupun institusi BGN. Oleh sebab itu, pengelolaan dana harus dilakukan dengan akuntabilitas tinggi dan penuh tanggung jawab.
“Ini uang rakyat yang dikumpulkan melalui pajak. Maka setiap rupiah harus dikelola dengan benar, efektif, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia menekankan, tanpa evaluasi yang mendalam, pelaksanaan MBG justru berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap program unggulan pemerintah tersebut.
Badan Gizi Nasional Buka Suara
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan meski sekolah sedang libur. Kebijakan ini dipastikan tidak mengganggu kalender pendidikan, sekaligus memprioritaskan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita atau yang dikenal sebagai kelompok B3.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menekankan bahwa kontinuitas layanan gizi untuk kelompok tersebut sangat krusial. Fokus ini ditempatkan pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), masa emas pertumbuhan anak yang tidak dapat ditunda atau diabaikan.
“Intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan bagian yang sangat vital dan tidak boleh terputus. Periode 1.000 hari pertama kehidupan waktunya terbatas, sehingga golden time ini harus dijaga seoptimal mungkin. Program ini tidak terkait dengan waktu sekolah,” ujar Dadan beberapa waktu lalu.(*)