Logo
>

Danantara Sesumbar Selesaikan Utang Whoosh Dua Bulan

Danantara targetkan utang proyek Whoosh selesai dalam dua bulan, pemerintah siapkan skema termasuk opsi pelibatan Kemenkeu.

Ditulis oleh Adi Subchan
Danantara Sesumbar Selesaikan Utang Whoosh Dua Bulan
Pemerintah siapkan skema penyelesaian utang Whoosh, Danantara targetkan rampung dua bulan dengan opsi pelibatan Kemenkeu. Foto: Dok. KabarBursa

KABARBURSA.COM - Pemerintah memastikan skema penyelesaian utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) segera difinalisasi. Opsi pelibatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) disebut menjadi salah satu jalan keluar yang tengah dimatangkan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan penyelesaian utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan. Pemerintah, kata dia, telah mengkaji sejumlah skema untuk menuntaskan beban pembiayaan proyek tersebut.

Salah satu opsi yang mengemuka adalah keterlibatan Kemenkeu dalam mengambil alih sebagian beban utang. Namun, Dony menegaskan keputusan final masih dalam tahap pematangan.

“Ada beberapa skema tentunya. Nanti akan kami sampaikan setelah final. Kalau sekarang belum bisa diumumkan karena masih dalam proses,” ujar Dony di Istana Kepresidenan, Selasa, 7 April 2026.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi langsung dengan Menteri Keuangan untuk memastikan skema yang dipilih dapat segera diumumkan ke publik secara transparan.

Menurut Dony, seluruh kajian teknis dan finansial terkait penyelesaian utang tersebut sejatinya telah rampung. Bahkan, pemerintah dan pihak terkait disebut sudah mencapai kesepahaman mengenai langkah yang akan diambil.

Lebih jauh, Dony menekankan bahwa fokus pemerintah saat ini bukan lagi pada polemik awal mula pembengkakan utang proyek, melainkan pada upaya pembenahan tata kelola BUMN ke depan.

“Kami tidak lagi saling menyalahkan bagaimana ini terjadi. Yang penting sekarang adalah memastikan ke depan pengelolaan BUMN berjalan lebih sehat dan akuntabel,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pengawasan terhadap kinerja perusahaan pelat merah terus diperketat. Evaluasi dilakukan secara rutin untuk memastikan praktik manajemen berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

“Saya hampir setiap hari memanggil satu per satu perusahaan untuk memastikan proses pengelolaannya benar-benar berjalan dengan baik,” ujar Dony.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan bahwa skema penyelesaian utang proyek Whoosh pada prinsipnya telah diputuskan. Namun, ia belum bersedia membeberkan detailnya ke publik.

“Sudah selesai, tinggal formalitas. Tapi belum bisa diumumkan sekarang. Yang jelas sudah clear bagaimana nanti pengelolaannya,” kata Purbaya dalam kesempatan terpisah.

Pernyataan kedua pejabat tersebut mengindikasikan bahwa pemerintah tengah mengunci skema final penyelamatan proyek strategis nasional itu, di tengah sorotan publik terhadap pembengkakan biaya dan beban utang yang menyertainya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Adi Subchan

Adi Subchan, telah berkarir sebagai jurnalistik sejak 2002 dan telah meliputi tentang Politik, Olahraga, Lifestyle, dan Ekonomi di berbagai media berskala nasional maupun lokal (daerah). Dan pernah ditugaskan meliput peristiwa-peristiwa besar di Indonesia dan dunia. Tercatat pula sebagai Wartawan Utama melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diinisiasi LPSD dengan nomor 749-LPDS/WU/DP/I/2012/03/05/79.