KABARBURSA.COM -Harga minyak mayoritas stabil pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026 karena demo di Iran mereda, mengurangi kemungkinan serangan AS yang dapat mengganggu pasokan dari produsen utama tersebut.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 32 sen, atau 0,5 persen, menjadi USD63,81 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari sebesar USD59,18 per barel, turun 26 sen atau 0,44 persen.
Kontrak tersebut berakhir pada hari Selasa dan kontrak Maret yang lebih aktif berada di USD59,08 yang juga turun 26 sen atau 0,44 persen.
"Meskipun pergerakan harga minyak telah mereda sejak pekan lalu, tampaknya tren jangka pendek terus meningkat," kata analis IG, Chris Beauchamp.
Perlu diketahui dengan meredanya ketegangan di Iran, Presiden AS Donald Trump tampaknya telah menarik kembali ancaman intervensi.
Analis Rystad, Janiv Shah menyebut dengan meredanya kekhawatiran seputar Iran dalam beberapa hari terakhir setelah rumor serangan AS, pasar sekarang fokus pada situasi di Greenland dan seberapa dalam dampak yang mungkin terjadi antara AS dan Eropa.
"Karena perluasan perang dagang apa pun dapat memengaruhi permintaan," kata dia.
Seorang juru bicara Uni Eropa menyebut, para pemimpin Uni Eropa akan berkumpul di Brussels pada hari Kamis untuk pertemuan darurat setelah ancaman Trump mengenakan tarif pada beberapa negara di sana atas permintaannya untuk mengakuisisi Greenland.
Beberapa waktu lalu, Trump mengatakan impor Eropa akan dihantam oleh peningkatan tarif sampai AS diizinkan membeli Greenland.
Di sisi lain menurut analis PVM Oil Associates, John Evans, pasar juga mempertimbangkan risiko kerusakan infrastruktur Rusia dan pasokan distilat pada saat cuaca dingin yang diperkirakan akan melanda Amerika Utara dan Eropa. Hal ini menambah keresahan pasar. (*)