Logo
>

Harga Emas dan Perak Cetak Rekor karena Ancaman Tarif AS ke Eropa

Harga emas spot melonjak 1,7 persen menjadi USD4.672,49 per ons  setelah mencapai puncak rekor USD4.689,39.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Harga Emas dan Perak Cetak Rekor karena Ancaman Tarif AS ke Eropa
Ilustrasi Emas Dalam Bentuk Perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Harga emas dan perak kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026. Caapain ini didorong oleh sentimen dari isu Amerika Serikat (AS) ingin menguasai Greenland.

    Merujuk Reuters, harga emas spot melonjak 1,7 persen menjadi USD4.672,49 per ons  setelah mencapai puncak rekor USD4.689,39. Sedangkan kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari sebesar USD4.677, 70 atau naik 1,8 persen.

    Diketahui, Presiden AS, Donald Trump mengancam beberapa negara Eropa dengan peningkatan tarif terkait jika AS gagal menguasai Greenland.

    Linh Tran, analis pasar senior di XS.com mengatakan ketika risiko institusional dan kebijakan muncul kembali, pasar cenderung bereaksi cepat dengan mengalokasikan kembali dana ke aset safe-haven.

    "Dengan emas sekali lagi muncul sebagai pilihan utama," ujar dia dikutip dari Reuters.

    Perlu diketahui, emas cenderung berkinerja baik selama masa ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta ketika suku bunga rendah. Harga emas naik lebih dari 64 persen pada tahun 2025 dan naik lebih dari 8 persen sejak awal tahun ini.

    Di sisi lain, harga perak spot turut mengalami kenaikan 5 persen menjadi USD94,41 per ons setelah mencapai rekor tertinggi USD94,61. Harga perak telah naik lebih dari 32 persen sejak awal tahun.

    Adapun harga spot platinum menjadi USD2.362,65 per ons atau naik 1,5 persen sementara palladium naik 1,1 persen menjadi USD1.819,99.

    Para analis di Citi Research tetap optimis secara taktis terhadap logam mulia, menetapkan target harga USD5.000 per ons untuk emas dan USD100 per ons untuk perak dalam tiga bulan ke depan, dengan alasan ketegangan geopolitik yang kemungkinan akan tetap tinggi dalam waktu dekat.

    Sementara itu, Wakil Ketua Pengawasan Federal Reserve, Michelle Bowman, mengatakan pasar kerja yang rapuh dengan potensi melemah cepat, ini berarti bank sentral AS harus siap untuk memangkas suku bunga lagi jika diperlukan.

    Pasar sendiri memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tanggal 27-28 Januari 2025. Tetapi diprediksi pula setidaknya terdapat dua kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Hutama Prayoga

    Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

    Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.