KABARBURSA.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sukses menjalankan pemerataan akses listrik nasional lewat Program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik sepanjang tahun 2025.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyebut pemerataan listrik merupakan suatu hal yang harus diselesaikan melalui beberapa tahap agar seluruh wilayah di Indonesia, khususnya di desa mendapatkan akses yang memadai.
"Arahan dari Bapak Presiden Prabowo bahwa sampai dengan 2029-2030, semua desa-desa atau dusun-dusun yang jumlahnya 5.700 dan 4.400 itu harus semua listriknya sudah ada. Kehadiran listrik itu sebagai bentuk keadilan sosial," ujar dia dalam keterangannya dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Jumat, 9 Januari 2026.
Bahlil menyatakan, keberadaan listrik bukan hanya penyedia infrastruktur, tapi juga bentuk keadilan bagi masyarakat di Indonesia.
Perlu diketahui, program listrik desa telah dijalankan di 1.516 wilayah dan menjangkau 77.616 pelanggan sepanjang 2025. Ini merupakan prorgram pemerintah guna mempercepat rasio elektrifikasi nasional.
Lebih lanjut Bahli menyampaikan, kebutuhan dasar masyarakat harus terpenuhi, untuk itu dalam hal ini negera tidak boleh absen.
Di sisi lain, Kementerian ESDM juga menjalankan BPBL yang membidik masyarakat dengan penghasilan rendah yang rumahnya belum tersentuh listrik. Program ini diklaim dapat mengatasi masalah biaya pemasangan listrik untuk keluarga berpenghasilan rendah.
"Karena biaya pemasangannya kan butuh biaya, biaya rata-rata sekitar 2 juta sampai 2,5 juta. Kementerian ESDM atas arahan perintah Bapak Presiden itu memasang sebesar sebanyak 205.968 rumah. Jadi, selain program listrik desa juga ada kita pemasangan baru," ungkap Bahlil.
Adapun sebanyak 205.968 rumah tangga telah direalisasikan program BPBL hingga 31 Desember 2025. Dengan ini, pemerintah menyatakan program listrik desa dan BPBL bakal diperkuat guna meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia. (*)