Logo
>

Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Imbas  Ketegangan Trump dan Powell

Kondisi tersebut membuat harga Emas mencapai rekor tertinggi di atas USD4.600 per ons dan perak mencetak rekor baru

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Imbas  Ketegangan Trump dan Powell
Ilustrasi emas perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Harga emas dan perak kembali mencetak rekor baru pada perdagangan Senin, 12 Januari 2026. Catatan ini terjadi adanya ketegangan antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dengan Ketua The Fed, Jerome Powell.

    Perlu diketahui, Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah meningkatkan tekanan pada The Fed, mengancam akan mendakwa Jerome Powell atas komentarnya mengenai proyek renovasi gedung The Fed.

    Menurut Powell, hal ini merupakan dalih untuk mendapatkan kendali atas pemotongan suku bunga yang diinginkan Trump.

    Kondisi tersebut membuat harga Emas mencapai rekor tertinggi di atas USD4.600 per ons dan perak mencetak rekor baru karena investor berbondong-bondong membeli aset safe-haven setelah ketidakpastian semakin dalam.

    Mengutip Reuters, harga emas spot naik 2,5 persen menjadi USD4.620,56 per ons, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi USD4.627,27. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari naik 2,9 persen menjadi USD4.631,30.

    Harga perak spot juga mencapai titik tertinggi sepanjang masa di angka USD85,75, dan kemudian naik 6,9 persem menjadi USd85,437 per ons.

    Sementara itu, Harga platinum spot naik 3,5 persen menjadi USD2.351,78 per ons, sedangkan paladium naik 3,3 persen menjadi USD1.875,68.

    "Ketidakpastian yang meningkat berdampak langsung pada pasar emas, (dan) setiap minggu tampaknya ada area ketidakpastian baru yang ditambahkan," kata Michael Haigh, kepala riset komoditas global di Societe Generale.

    Ia menambahkan bahwa latar belakang yang mendasari reli tersebut tampaknya tidak akan berbalik dalam waktu dekat. Diketahui, pada tahun lalu harga emas melonjak lebih dari 64 persen, ini merupakan kinerja terbaik sejak 1979. Sementara harga perak mencatat tahun terkuatnya sepanjang sejarah dengan kenaikan 146,8 persen.

    Adapun, masa jabatan Powell akan berakhir pada bulan Mei. Menurut laporan Fox News, pemerintahan Trump diperkirakan akan melirik Rick Rieder dari BlackRock sebagai calon untuk menggantikan Powell.

    The Fed sendiri diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari mendatang. Sebelumnya, bank sentral AS ini telah memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin tahun lalu.

    Namun, pasar masih memperkirakan dua pemangkasan suku bunga lebih lanjut di akhir tahun ini, yang meningkatkan minat terhadap aset non-imbal hasil seperti emas.

    Adapun, ketegangan geopolitik juga masih tinggi. Setelah Trump menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta mengemukakan gagasan untuk mengakuisisi Greenland, kini ia mempertimbangkan potensi tanggapan terhadap penindakan brutal yang mematikan terhadap protes di Iran. (*) 
     

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Hutama Prayoga

    Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

    Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.