KABARBURSA.COM - Harga emas dunia mencatatkan kinerja paling stabil sepanjang 2025. Kenaikan tersebut terjadi konsisten sejak awal tahun hingga mendekati akhir perdagangan Desember 2025.
Kabarbursa.com mencatat, pada awal Januari 2025, harga emas dunia masih berada di level USD2.619,3 per ons. Dengan konversi satu ons setara 28,3 gram, harga emas saat itu berada di kisaran USD92,554 per gram.
Memasuki akhir tahun, tepatnya pada 30 Desember 2025 hingga pukul 13:00 WIB, harga emas melonjak signifikan dan menyentuh USD4.353 per ons atau setara USD153.816 per gram.
Lalu, bagaimana proyeksi harga emas di tahn 2026?
Analis mata uang, Ibrahim Assuabi memprediksi memasukki tahun 2026 harga emas dunia akan menuju level USD5.500 troy ons
"Seandainya terkoreksi kemungkinan besar hanya di USD4.150 troy ons. Jadi tahun 2026 kalau dirata-ratakan harga emas dunia itu adalah di USD4.825 per try-on," ujar dia dalam keterangannya kepada Kabarbursa.com dikutip Selasa, 30 Desember 2025.
Ibrahim menyebut kenaikan harga emas di tahun 2026 disebabkan beberapa hal. Seperti masalah geopolitik, permasalahan politik di Amerika Serikat (AS), kebijakan Bank Sentral AS, hingga perang dagang.
Ia melihat, permasalahan geopolitik kemungkinan akan cukup menarik bagi pasar karena geopolitik sekarang sudah melebar.
"Yang pertama Timur Tengah, Eropa, Amerika Latin, dan Laut Asia Timur," ujar dia.
Logam Mulia Mulai Koreksi
Sebelumnya diberitakan, harga logam mulia bergerak melemah pada Senin, 29 Desember 2025 waktu Amerika Serikat (AS).
Harga perak terkoreksi setelah sebelumnya menembus level USD80 per ounce, sementara emas turun dari posisi mendekati rekor tertinggi, seiring aksi ambil untung investor dan meredanya dorongan geopolitik yang menurunkan permintaan aset safe haven.
Seperti dilaporkan Reuters, harga emas spot turun 1,7 persen ke USD4.455,34 per ounce, setelah mencetak rekor tertinggi USD4.549,71 pada Jumat lalu. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat pengiriman Februari melemah 1,2 persen ke USD4.500,30 per ounce.
Harga perak spot turun 4,6 persen ke USD75,47 per ounce, menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa USD83,62 yang sempat dicapai lebih awal pada sesi perdagangan.
“Kombinasi aksi ambil untung dan pembicaraan yang tampak produktif antara Trump dan Zelenskiy terkait potensi kesepakatan damai membuat emas dan perak berada di bawah tekanan,” ujar Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer. (*)