Logo
>

Impor Batu Bara China Menurun: ini Faktor Penyebabnya!

Pada November, volume impor mencapai 44,05 juta ton, meningkat 6 persen dari Oktober yang tercatat sebesar 41,74 juta ton

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Impor Batu Bara China Menurun: ini Faktor Penyebabnya!
Ilustrasi Batu Bar. Foto: Dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Impor batu bara China, pembeli terbesar di dunia, tercatat menurun 20 persen pada November dibandingkan rekor tinggi di periode yang sama tahun lalu. Data ini diungkapkan Administrasi Umum Kepabeanan pada Senin, 8 Desember 2025.

    Pada November, volume impor mencapai 44,05 juta ton, meningkat 6 persen dari Oktober yang tercatat sebesar 41,74 juta ton. Namun, angka ini masih jauh di bawah rekor bulanan November tahun lalu yang mencapai 54,98 juta ton. Seperti dilansir reuters di Jakarta, Senin 8 Desember 2025.

    China Coal Transportation and Distribution Association (CCTD) menyebutkan bahwa batu bara impor masih lebih kompetitif dibandingkan batu bara domestik, meski selisih harga terus menyempit akibat pelemahan harga di dalam negeri.

    CCTD memprediksi hambatan pasokan akan membuat impor di dua bulan terakhir tahun ini tetap berada di bawah level tahun sebelumnya. Curah hujan tinggi di Indonesia, pemasok utama China, menunda ekspor, sementara beberapa tambang menghentikan produksi setelah kuota tahunan terpenuhi. Pasokan dari Australia juga terbatas, sedangkan ekspor dari Rusia terhambat cuaca dingin.

    Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga November 2025, impor batu bara China turun 12 persen secara tahunan, mencapai 432 juta ton. Kondisi ini menunjukkan tekanan pasokan global dan dinamika harga domestik yang semakin memengaruhi pasar batu bara terbesar di dunia.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.