KABARBURSA.COM - Indonesia dan Italia telah membahas isu mengenai penguatan kemitraan strategis antara kedua negara, khususnya di bidang perdagangan dan investasi.
Hal ini setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menerima kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Italia, Maria Tripodi pada Kamis, 8 Januari di Jakarta.
"Saya ingin menyampaikan apresiasi atas perkembangan perdagangan bilateral kedua negara, serta besarnya potensi dan berbagai capaian kerja sama pada sektor-sektor prioritas, antara lain industri, energi, pertahanan, teknologi, dan ketahanan maritim,” ujar Menko Airlangga mengawali pertemuan.
Perlu diketahui pada 2024, nilai total perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD3,9 miliar. Sementara itu, pada tahun periode Januari hingga September 2025, kinerja perdagangan bilateral menunjukkan tren yang tetap positif dan menjanjikan, dengan mencapai total USD3,289 miliar.
Wakil Menteri Maria Tripodi menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara mitra penting bagi Italia yang memiliki posisi strategis di Asia Tenggara dengan stabilitas politik yang kuat dan potensi besar di kawasan Asia.
Hubungan diplomatik yang telah terjalin selama 77 tahun perlu terus diperkuat agar kunjungan ini dapat menghasilkan manfaat konkrit bagi Indonesia.
“Indonesia adalah partner ekonomi dan perdagangan penting bagi Italia. Penyusunan perjanjian kemitraan Indonesia-European Union CEPA akan membuka jalan baru yang sangat menjanjikan bagi Italia dan Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihak Italia juga menyampaikan beberapa perusahaan asal Italia dengan keahlian khusus berteknologi tinggi guna mendukung peningkatan kerja sama kedua negara.
Salah satu contoh yaitu perusahaan e-GEOS yang bergerak di bidang aerospasial dan dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mengawasi wilayah perairan Indonesia dari praktik perikanan ilegal.
Selain itu, Tripodi menyebutkan bahwa Indonesia dapat meningkatkan volume perdagangan dengan Uni Eropa dengan memperbesar kuota melalui Pelabuhan Trieste dan Genoa, terutama di tengah fragmentasi perdagangan dan rantai pasok global.
Terkait penyelesaian Perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA), Italia sejak awal menunjukkan kepercayaan yang kuat terhadap pentingnya hubungan strategis dengan Indonesia.
Airlangga menyampaikan, Indonesia sangat mengharapkan dukungan aktif Italia, baik di tingkat Uni Eropa maupun dalam proses internal negara anggota Uni Eropa masing-masing, agar penyelesaian IEU CEPA dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha dan perekonomian kedua pihak.
“Kami mengharapkan dukungan Italia dalam penyelesaian proses internal di Uni Eropa,” tutur Menko Airlangga.
Selain itu, Menko Airlangga menjabarkan potensi kolaborasi di industri mineral, seperti stainless steel dan tembaga, khususnya untuk produksi kabel yang memiliki nilai guna tinggi dan digunakan secara ekstensif.
Ia menambhakan, aspirasi Indonesia mengenai pengembangan mobil nasional dan potensi kerja sama di industri pakaian, mengingat keunggulan Italia pada industri-industri tersebut. Menanggapi hal tersebut, Tripodi menyatakan dukungan Italia atas proposal Indonesia, baik secara langsung maupun melalui skema kerja sama dengan Uni Eropa. (*)