Logo
>

Isi Agenda Danantara di Hari ke-4 WEF Davos, dari Ketahanan Pangan hingga Diplomasi Investasi

Danantara memanfaatkan hari keempat WEF Davos 2026 untuk mendorong agenda investasi strategis, dari pangan, ekonomi biru, kesehatan, hingga diplomasi modal global.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Isi Agenda Danantara di Hari ke-4 WEF Davos, dari Ketahanan Pangan hingga Diplomasi Investasi
MD Investment Danantara Investment Management Stefanus Ade Hadiwidjaja (tengah) bersama MD Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief (kiri) memperkenalkan Danantara Indonesia dalam sesi “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di Indonesia Pavilion, Davos, Selasa, 20 Januari 2026. Sesi ini menandai partisipasi perdana sekaligus pengenalan resmi Danantara Indonesia kepada komunitas global. Foto: IG @danantara.indonesia

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM — Hari keempat World Economic Forum (WEF) 2026 menjadi panggung penting bagi Danantara Indonesia untuk menunjukkan peran konkretnya di luar pidato kenegaraan. Melalui serangkaian diskusi tematik dan pertemuan bilateral, badan pengelola investasi negara itu memaparkan arah investasi Indonesia sekaligus menjajaki kemitraan strategis dengan pelaku global.

    Kehadiran Danantara di Davos tahun ini menandai debut resminya di forum ekonomi dunia tersebut sejak lembaga ini diluncurkan pada Februari 2025. Di tengah kehadiran Presiden Prabowo Subianto, Berdasarkan akun Instagram resmi @danantara.indonesia, Danantara membawa agenda yang lebih teknis, antara lain mempertemukan isu-isu strategis nasional dengan minat modal global.

    Ketahanan Pangan di Tengah Perubahan Iklim

    Agenda pertama yang digelar di Indonesia Pavilion mengangkat tema ketahanan pangan dalam konteks perubahan iklim. Diskusi bertajuk Food Security: Indonesia’s Strategy for Climate-Resilient Food Systems membahas strategi Indonesia menjaga pasokan pangan di tengah tekanan cuaca ekstrem dan ketidakpastian rantai pasok global.

    Diskusi ini menghadirkan perspektif dari organisasi internasional dan pelaku industri global, termasuk World Food Programme, ClimateAi, United Phosphorous Limited (UPL), dan Fazenda Ribeirão. Dalam sesi ini, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara dengan tantangan pangan besar, sekaligus peluang investasi jangka panjang di sektor agrikultur berkelanjutan.

    Ekonomi Biru dan Tata Kelola Laut

    Sesi kedua berfokus pada ekonomi kelautan berkelanjutan melalui diskusi Harnessing the Impact of the Blue Economy. Forum ini membahas strategi transisi menuju ekonomi laut yang berdaya saing, mulai dari penguatan tata kelola, pemulihan ekosistem, pengembangan teknologi maritim, hingga kolaborasi internasional untuk menekan polusi laut.

    Diskusi dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan melibatkan perwakilan dari United Nations, World Economic Forum, OceanX, serta KADIN. Isu ekonomi biru ditempatkan sebagai bagian dari agenda investasi jangka panjang Indonesia, bukan sekadar wacana lingkungan.

    Transformasi Sistem Kesehatan

    Agenda berikutnya mengulas transformasi sistem kesehatan di negara berkembang. Diskusi bertajuk Transforming Health System: Building Resilient, Inclusive Care Models for Emerging Markets ini menyoroti kebutuhan membangun layanan kesehatan yang lebih inklusif, tangguh, dan terjangkau.

    Forum ini dipimpin oleh Director Global Relations and Partnerships Danantara, Tanah Sullivan, dengan menghadirkan organisasi global seperti GAVI, INSEAD, Broadreach Group, dan Luma Group. Pembahasan diarahkan pada model kemitraan lintas sektor untuk memperkuat sistem kesehatan nasional, termasuk peluang pembiayaan dan investasi jangka panjang.

    Diplomasi Investasi dan Penjajakan Kemitraan

    Di luar diskusi terbuka, Danantara juga menjalankan agenda diplomasi investasi melalui pertemuan bilateral. Salah satunya ditandai dengan penandatanganan framework agreement antara CEO Danantara Rosan Roeslani, CIO Pandu Sjahrir, dan jajaran manajemen dengan Menteri Investasi Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Mothanna Gharaibeh.

    Kesepakatan ini disebut sebagai komitmen awal untuk memperkuat hubungan strategis di bidang investasi. Selain itu, pertemuan dengan sejumlah mitra global dilakukan untuk menjajaki peluang kerja sama lanjutan.

    Managing Director Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al-Arief, bersama Senior Advisor Investor Relations Danantara Investment Management, Wuddy Warsono, turut terlibat dalam pertemuan bilateral dengan sejumlah pelaku industri dan keuangan global, termasuk Revolut.

    Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Danantara membangun kredibilitas kelembagaan, menjelaskan arah tata kelola, serta memetakan minat investor terhadap proyek-proyek prioritas Indonesia. Fokus pembahasan mencakup reformasi pengelolaan aset negara, standar tata kelola internasional, dan potensi kolaborasi di sektor keuangan serta teknologi.

    Rangkaian agenda di hari keempat WEF ini menunjukkan pendekatan Danantara yang tidak semata simbolik. Isu-isu strategis nasional, mulai dari pangan, kelautan, hingga kesehatan, dibawa ke meja diskusi global sebagai peluang investasi yang terukur.

    Bagi Danantara, Davos bukan sekadar panggung perkenalan, melainkan ruang uji untuk membangun kepercayaan investor dan menerjemahkan narasi besar ke dalam kerja sama konkret. Tantangan berikutnya adalah memastikan dialog dan penjajakan ini berlanjut menjadi proyek nyata yang berdampak bagi perekonomian Indonesia.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Moh. Alpin Pulungan

    Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

    Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).