Ajang Maybank Marathon Siap Digelar, Targetkan Nilai Ekonomi Ratusan Miliar
KABARBURSA.COM - PT Bank Maybank Indonesia Tbk kembali bakal menggelar ajang lari bertaraf internasional pada 23 Agustus 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Bali.
Maybank Marathon berlangsung secara kontinyu, dan telah dihelat selama 15 tahun. Ajang ini juga menyandang status sebagai maraton internasional pertama di Indonesia.
Maybank Marathon juga telah meraih predikat sebagai Elite Label Road Race dari World Athletics. Kompetisi tersebut dijanjikan semakin menarik dan matang karena mengalami improvement dari pihak penyelenggara.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesan positif bagi para peserta lomba. Hasil tiap gelaran Maybank Marathon sebelum-sebelumnya, juga terus dievaluasi secara berkelanjutan.
"Maybank Marathon kali ini adalah penyelenggaraan yang ke-15, fokus kami yakni melakukan berbagai improvement agar pengalaman para peserta terjaga secara end to end," ujar Bambang Irawan selaku Kepala Project Maybank Marathon dalam konferensi pers, Kamis, 8 Januari 2025.
Lebih lanjut, Maybank Marathon ditargetkan akan diikuti pelari dari 52 negara di mana 11 persennya berasal dari luar Indonesia. Selain itu penyelenggara juga berniat menambah jumlah peserta hingga 14.100 orang.
Meski peserta bertambah, Maybank Indonesia menyatakan bahwa kompetisi tetap mengedepankan faktor kualitas di samping mengejar kuantitas jumlah peserta.
"Kalau tahun sebelumnya, peserta mencapai 13.600 yang kebanyakan berasal dari Malaysia. Fokus kami bukan pada kuantitas tapi lebih ke kualitas, kenyamanan, dan keamanan para pelari,” sebut Bambang.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi lokal di Bali yang dinilai strategis sebagai lokasi sport tourism.
"(Maybank Marathon) sekaligus juga membangun kolaborasi dengan para pelari, para partners, nasabah, pelaku UMKM, pemerintah setempat dan sebagainya. Nah itu tujuan kami, untuk menciptakan kolaborasi yang positif untuk masyarakat Indonesia dalam berlari dan juga berwisata," ungkap Bambang.
Terkait upaya tersebut, Maybank Indonesia tidak spesifik memasang target khusus dalam mendulang nilai ekonomi bagi pariwisata Bali.
Berkaca dari gelaran sebelumnya, perusahaan optimis mampu menghasilkan kontribusi ekonomi lebih dari Rp225 miliar.
“Tahun ini kita berharap tentunya angka itu bisa naik lagi. Dari angka Rp225 miliar. Dengan naiknya kuota pelaro, otomatis nilai akan naik. Karena setiap pelari yang berangkat ke Bali akan membawa keluarganya dan sekaligus berlibur," jelas Bambang.
"Dan selama mereka tinggal di sana, mereka akan belanja. Dari belanja-belanja itu otomatis akan menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi lagi termasuk untuk UMKM lokal yang menjual merchandise dan souvenir. Ini dapat menambah nilai ekonomi," sambungnya.(*)