Logo
>

Penangkapan Maduro dan Dampaknya ke Harga Minyak

BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, konflik semacam ini membawa ketidakpastian geopolitik global yang biasanya membuat investor lebih berhati-hati

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Penangkapan Maduro dan Dampaknya ke Harga Minyak
Ilustrasi: Kapal tangker yang tengah berlayar di laut. (Foto: PxHere)

KABARBURSA.COM - Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) bisa menyebabkan masalah besar, seperti kenaikan harga minyak.

BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, konflik semacam ini membawa ketidakpastian geopolitik global yang biasanya membuat investor lebih berhati-hati.

"Pasar keuangan dan komoditas tanggap terhadap risiko yang meningkat, meskipun dampak fundamental terhadap ekonomi global tergantung pada durasi dan skala konflik," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam keterangannya, Senin, 5 Januari 2026.

Lalu, apa dampaknya terhadap minyak dan energi? Diketahui, Venezuela memiliki cadangan minyak yang sangat besar, tetapi ekspor saat ini sangat dibatasi akibat sanksi dan produksi yang menurun.

Setelah penangkapan Maduro, BRI Danareksa menyebut spekulasi pasar tentang gangguan pasokan minyak bisa mendorong harga minyak naik.

"Meski banyak analis menilai cadangan dunia yang luas mungkin akan menahan lonjakan tajam," sebut BRI Danareksa.

Menurut BRI Danareksa, pasar global menunjukkan reaksi beragam. Sementara logam safe haven naik, beberapa indeks saham Asia juga justru naik karena investor memperhatikan data ekonomi dan indikator lain di luar konflik itu sendiri.

"Hal ini menunjukkan bahwa reaksi pasar tidak selalu homogen, investor sedang menimbang risiko geopolitik dengan ketidakpastian makro lain seperti data ekonomi AS," tulis BRI Danareksa.  

Segini Cadangan Minyak Venezuela, Menjadi Terbesar di Dunia

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data Energy Institute yang berbasis di London, Venezuela menguasai sekitar 303 miliar barel cadangan minyak mentah, atau setara sekitar 17 persen dari total cadangan minyak global.

Angka tersebut menempatkan Venezuela di posisi teratas dunia, melampaui Arab Saudi yang selama ini dikenal sebagai raksasa minyak global.

Sebagian besar cadangan minyak Venezuela berada di wilayah Orinoco Belt, kawasan di Venezuela bagian tengah yang kaya minyak berat. Karakter minyak mentah di wilayah ini tergolong berat dan berkadar sulfur tinggi.

Jenis minyak tersebut relatif lebih mahal untuk diproduksi, meski secara teknis tidak tergolong kompleks, sebagaimana dicatat otoritas energi Amerika Serikat.

Besarnya cadangan minyak Venezuela berbanding terbalik dengan realisasi produksinya saat ini. Pada era 1970-an, Venezuela pernah memproduksi hingga 3,5 juta barel per hari, setara lebih dari 7 persen produksi minyak dunia kala itu. Namun, produksi terus menurun dalam beberapa dekade terakhir.

Sepanjang 2010-an, produksi minyak Venezuela jatuh di bawah 2 juta barel per hari. Pada tahun lalu, produksi rata-rata hanya berada di kisaran 1,1 juta barel per hari, atau sekitar 1 persen dari total produksi minyak global. Volume ini setara dengan produksi minyak negara bagian North Dakota di Amerika Serikat.(*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.