Logo
>

Pendidikan Vokasi Diperkuat, Industri jadi Hemat Biaya?

Program Structured Internship Kemenperin bantu lulusan vokasi terserap industri. Magang ganda bikin SDM lebih siap pakai dan hemat biaya pelatihan perusahaan.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Pendidikan Vokasi Diperkuat, Industri jadi Hemat Biaya?
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Penguatan pendidikan vokasi industri kini tidak hanya diposisikan sebagai agenda pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga sebagai instrumen efisiensi biaya bagi sektor industri dan penopang stabilitas rantai pasok nasional.

    Melalui penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship), Kementerian Perindustrian berupaya memastikan ketersediaan tenaga kerja siap pakai yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM industri yang adaptif sekaligus menjaga keberlanjutan rantai pasok.

    “Pendidikan vokasi merupakan tulang punggung dalam mencetak sumber daya manusia industri yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing global. Melalui penguatan praktik kerja industri yang terstruktur, lulusan vokasi diharapkan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri,” ujar Agus dalam keterangannya, Selasa, 6 Januari 2026.

    Dalam konteks industri, ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai sejak awal dinilai dapat menekan kebutuhan rekrutmen berulang dan pelatihan dasar yang memakan biaya. 

    Kemenperin mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi industri melalui implementasi Structured Internship yang mengadopsi sistem ganda (dual system), yakni pembelajaran yang dilakukan di satuan pendidikan dan di perusahaan, dengan pendampingan pelatih tempat kerja yang kompeten.

    Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menjelaskan, penerapan Structured Internship telah dimulai melalui kegiatan Pre-discussion Structured Internship yang dilakukan bersama Swiss Skills for Competitiveness (SS4C).

    “Melalui kegiatan tersebut, kami mulai memetakan kesiapan serta praktik yang telah berjalan di berbagai satuan pendidikan vokasi di lingkungan Kementerian Perindustrian,” ujar Doddy.

    Program Structured Internship di lingkungan Kemenperin didukung oleh SS4C yang didanai oleh Sekretariat Negara Swiss Urusan Ekonomi (SECO).

    Program ini bekerja sama dengan kementerian terkait dan industri di Indonesia untuk membangun sistem ganda pendidikan dan pelatihan vokasi melalui politeknik dan akademi komunitas terpilih, khususnya pada sektor logam, manufaktur, makanan, serta mebel dan perkayuan.

    Sebagai penguatan implementasi di lapangan, pada 2024 Kemenperin bersama SS4C menerbitkan Buku Panduan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship Guideline).

    Panduan tersebut memuat prosedur pelaksanaan praktik kerja industri secara menyeluruh, mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian, termasuk pembagian peran dan tanggung jawab setiap pihak yang terlibat.

    Pada kegiatan Strategic Dialogue on Structured Internship yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Wulan Aprilianti Permatasari, yang mewakili Kepala BPSDMI, menyampaikan bahwa implementasi program tersebut menunjukkan perkembangan yang positif.

    “Sebagian besar politeknik dan SMK di bawah binaan Kemenperin telah mulai menerapkan konsep Structured Internship, antara lain melalui penyusunan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang selaras dengan job profile industri, pembekalan soft skills bagi peserta, serta pengaturan jadwal dan mekanisme monitoring yang sistematis,” tuturnya.

    Saat ini, Kemenperin menaungi 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK yang tersebar di berbagai daerah. Unit-unit pendidikan tersebut mencatat capaian positif dalam penyerapan lulusan ke dunia kerja.

    Berdasarkan data BPSDMI per September 2025, sebanyak sembilan dari sepuluh lulusan politeknik dan akademi komunitas Kemenperin tahun 2024 telah terserap di dunia kerja.

    Sementara itu, lebih dari tiga perempat lulusan SMK binaan Kemenperin juga tercatat langsung terserap oleh industri. Capaian tersebut mencerminkan ketersediaan pasokan tenaga kerja yang lebih siap digunakan oleh industri, sekaligus mendukung kelancaran proses produksi dan rantai pasok nasional.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Citra Dara Vresti Trisna

    Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.