Logo
>

Penerbangan Singapura-Belitung Dibuka, KEK Tanjung Kelayang Targetkan Wisatawan Global

Masuknya Scoot ke Belitung diharapkan memperkuat konektivitas internasional dan mendorong pertumbuhan wisata serta investasi di KEK Tanjung Kelayang.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Penerbangan Singapura-Belitung Dibuka, KEK Tanjung Kelayang Targetkan Wisatawan Global
Penerbangan Singapura-Belitung resmi dibuka, KEK Tanjung Kelayang bidik wisatawan global dan dorong ekonomi pariwisata. Foto: Dok. DN KEK.

KABARBURSA.COM — Pemerintah kembali membuka jalur penerbangan internasional reguler menuju Pulau Belitung di tengah upaya mendorong sektor pariwisata yang sempat lesu dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini dilakukan lewat masuknya maskapai berbiaya rendah Scoot yang kini resmi melayani rute Singapura–Belitung dua kali dalam sepekan.

Di atas kertas, pembukaan rute ini memang memberi harapan baru bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang untuk kembali menarik wisatawan asing. Namun di sisi lain, tantangan terbesar tetap ada pada konsistensi kunjungan dan kemampuan daerah menjaga daya tarik wisata agar tidak berhenti sekadar seremoni penerbangan perdana.

Pemerintah melihat konektivitas internasional sebagai pintu utama untuk memperkuat daya saing destinasi wisata nasional. Apalagi Belitung selama ini terus didorong menjadi salah satu pusat pertumbuhan pariwisata baru di luar Bali.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Hotmangaradja Pontas Pandjaitan, mengatakan pemerintah berupaya menjaga kenyamanan wisatawan sejak kedatangan pertama di bandara.

“Kita juga berterima kasih karena hari ini berjalan lancar mulai dari penerbangan sampai kepada proses imigrasi dan bea cukai. Memang kita usahakan nyaman supaya turis juga punya pengalaman yang baik dengan Belitung ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com, Rabu, 6 Mei 2026.

Pemerintah berharap akses udara langsung dari Singapura bisa memperluas arus wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat posisi Belitung dalam peta wisata regional Asia Tenggara.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Dewan Nasional KEK, Bambang Wijanarko, menilai konektivitas udara memiliki efek ekonomi yang jauh lebih luas dibanding sekadar sektor wisata.

“Aksesibilitas udara yang baik mampu meningkatkan lalu lintas wisata sehingga diharapkan akan mendorong daya saing kawasan, menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat,” kata Bambang.

Narasi besar yang sedang dibangun pemerintah adalah menjadikan KEK Tanjung Kelayang sebagai gerbang devisa baru sektor pariwisata. Kawasan yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016 itu memang sejak awal diproyeksikan menjadi lokomotif wisata internasional berbasis kawasan ekonomi khusus.

Namun tantangan pengembangan pariwisata Belitung tidak sederhana. Selain persoalan konektivitas, daerah juga masih menghadapi tantangan keberlanjutan investasi, okupansi wisata, hingga persaingan dengan destinasi regional lain yang lebih matang.

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menyebut penerbangan perdana ini menjadi momentum penting untuk membuka kembali pintu wisata internasional daerah.

“Ini momen kita, kita sudah mulai buka gerbang bahwa Belitung membuka diri. Kesempatan ini harus kita jaga, termasuk jumlah penerbangan yang sudah mulai tersedia. Okupansi untuk penerbangan perdana maupun penerbangan reguler menunjukkan minat yang luar biasa dari para penumpang,” ujarnya.

Di sisi pengelola kawasan, optimisme juga mulai dibangun. Direktur Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander Napitupulu, mengatakan geliat sektor wisata mulai menunjukkan hasil nyata.

“Hari ini, satu per satu masa depan pariwisata yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja mulai terwujud,” katanya.

Meski begitu, keberhasilan pembukaan jalur internasional ini tetap akan diuji oleh faktor yang lebih substansial, mulai dari kualitas destinasi, lama tinggal wisatawan, hingga kemampuan Belitung menciptakan aktivitas ekonomi yang benar-benar berputar di tingkat masyarakat lokal.

Sebab tanpa pertumbuhan ekosistem wisata yang kuat, penerbangan internasional berisiko hanya menjadi euforia sesaat di tengah ketatnya persaingan industri pariwisata kawasan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).