Market Watch

10 Jul 2026

BKDP 103 +33,77%
KONI 2.900 +25,00%
KOKA 170 +21,43%
NTBK 106 +17,78%
RBMS 66 +15,79%
DATA 2.310 +11,06%
DGIK 138 +10,40%
NANO 22 +10,00%
LMAX 112 +9,80%
CASH 202 +9,19%
KREN 12 +9,09%
KKES 61 +8,93%
PIPA 124 +8,77%
PLAN 38 +8,57%
BOGA 1.625 +8,33%
ELSA 655 +8,26%
AEGS 40 +8,11%
NRCA 454 +8,10%
MEDS 81 +8,00%
FWCT 84 +7,69%
CASA 2.000 +7,53%
SAGE 30 +7,14%
HOPE 160 +6,67%
ASMI 16 +6,67%
BKDP 103 +33,77%
KONI 2.900 +25,00%
KOKA 170 +21,43%
NTBK 106 +17,78%
RBMS 66 +15,79%
DATA 2.310 +11,06%
DGIK 138 +10,40%
NANO 22 +10,00%
LMAX 112 +9,80%
CASH 202 +9,19%
KREN 12 +9,09%
KKES 61 +8,93%
PIPA 124 +8,77%
PLAN 38 +8,57%
BOGA 1.625 +8,33%
ELSA 655 +8,26%
AEGS 40 +8,11%
NRCA 454 +8,10%
MEDS 81 +8,00%
FWCT 84 +7,69%
CASA 2.000 +7,53%
SAGE 30 +7,14%
HOPE 160 +6,67%
ASMI 16 +6,67%
Makro 22 May 2025 Penulis: Redaksi KabarBursa Editor: Syahrianto

Pertamina Perkuat BBM, Dorong Gas Jadi Energi Masa Depan

Pertamina genjot efisiensi dari kilang hingga distribusi gas. Ketahanan energi dikejar lewat integrasi BBM, LPG, dan jaringan gas rumah tangga.

Dari kilang ke jargas, Pertamina makin strategis. Perkuat distribusi BBM, tambah 250 ribu pangkalan LPG, dan dorong gas sebagai masa depan energi.

Pertamina perkuat BBM, gas jadi energi masa depan, kilang Pertamina 2024, distribusi LPG nasional, jaringan gas rumah tangga, Wiko Migantoro DPR, FSRU Lampung LNG, subsidi tepat sasaran MyPertamina, armada logistik energi, transformasi energi Pertamina. Gambar dibuat oleh AI untuk KabarBursa.com.
Pertamina perkuat BBM, gas jadi energi masa depan, kilang Pertamina 2024, distribusi LPG nasional, jaringan gas rumah tangga, Wiko Migantoro DPR, FSRU Lampung LNG, subsidi tepat sasaran MyPertamina, armada logistik energi, transformasi energi Pertamina. Gambar dibuat oleh AI untuk KabarBursa.com.

Daftar Isi

  1. 01 BBM Dijaga 15 Ribu Titik, LPG Capai 250 Ribu Pangkalan
  2. 02 Bisnis Gas Jadi Fokus Pertamina ke Depan

KABARBURSA.COM — Dari kilang hingga dapur rumah tangga, Pertamina terus memperluas cengkeramannya di rantai pasok energi nasional. Di tengah gejolak harga minyak dunia dan desakan transisi energi, perusahaan pelat merah ini bukan cuma menambal celah efisiensi, tapi juga mendorong gas bumi sebagai poros energi masa depan.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro, menyebut 60–70 persen kebutuhan BBM nasional kini disuplai dari enam kilang utama milik Pertamina. Sementara distribusi LPG mencapai 250 ribu pangkalan dan jaringan gas bumi telah melayani lebih dari 800 ribu rumah tangga. Semua itu, menurut Wiko, adalah fondasi menuju ketahanan energi berbasis keberlanjutan.

“Intake kilang kami secara rata-rata selama beberapa tahun terakhir berada di angka 330 juta barel. Produk bernilai tinggi (high value products) dari kilang juga terus meningkat,” jelas Wiko dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Mei 2025.

Menurut Wiko, tekanan terhadap bisnis pengilangan akan tetap tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, Pertamina mulai mengimplementasikan strategi adaptif seperti diversifikasi feedstock dan optimalisasi proses produksi melalui pendekatan “black mode” di Kilang Cilacap.

“Tujuannya agar kita bisa dapat harga bahan baku terbaik, memperbaiki crack spread, dan mempercepat masuk ke era energi hijau lewat produk ramah lingkungan,” ujarnya.

BBM Dijaga 15 Ribu Titik, LPG Capai 250 Ribu Pangkalan

Di sisi hilir, Pertamina juga terus memperkuat infrastruktur distribusinya. Saat ini, jaringan distribusi BBM nasional mencakup 230 titik suplai, terdiri dari 117 Terminal BBM (TBBM), 43 tangki LPG, dan 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU). Jalur distribusi tersebut diperkuat dengan 15.000 titik penyaluran BBM dan 250.000 pangkalan LPG yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selama 2024, Pertamina berhasil menyalurkan 105 juta kiloliter BBM ke pasar, di mana 41 persen di antaranya berasal dari segmen business-to-business (B2B) atau non-PSU.

“Ini capaian besar yang menunjang ketahanan energi nasional sekaligus mengamankan suplai BBM untuk sektor industri dan transportasi,” terang Wiko.

Tak hanya memperluas jaringan fisik, Wiko menambahkan, Pertamina juga mulai menerapkan efisiensi berbasis digital. Salah satunya melalui platform MyPertamina yang telah mampu memetakan pengguna bahan bakar bersubsidi secara lebih akurat.

“Dengan data ini, kami siap mendukung kebijakan subsidi tepat sasaran. Datanya sudah kami sinkronkan dengan kementerian terkait dan kepolisian,” ujarnya.

Bisnis Gas Jadi Fokus Pertamina ke Depan

Pertamina juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan bisnis gas bumi sebagai bagian dari transformasi menuju energi bersih. Dengan jaringan transmisi sepanjang 5.900 kilometer dan jaringan distribusi mencapai 27.000 kilometer, Pertamina kini melayani 820.000 sambungan rumah tangga (SR) jaringan gas (jargas).

“Volume gas yang kami jaga saat ini mencapai 312 juta MMBTU. Ke depan, peran gas akan semakin penting karena sebagian besar temuan baru kita di hulu adalah gas, bukan minyak,” jelas Wiko.

Untuk itu, Pertamina terus mendorong integrasi bisnis gas dari hulu hingga hilir, termasuk dengan memaksimalkan fasilitas seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung untuk memasok LNG ke konsumen di Jawa Barat. “Permintaan gas di Jawa Barat terus meningkat. Dengan infrastruktur ini, kami bisa memenuhi kebutuhan secara lebih efisien,” katanya.

Selain itu, Unit usaha Integrated Marine and Logistics (IML) juga menjadi salah satu pilar penguatan logistik energi Pertamina. Wiko menyebut, IML saat ini mengelola total 327 kapal, di mana 106 kapal di antaranya merupakan milik sendiri. Armada tersebut melayani lebih dari 90 rute domestik dan 60 rute internasional.

“IML kini menjadi tulang punggung logistik laut Pertamina. Dengan kapabilitas yang terus ditingkatkan, anak usaha ini akan memainkan peran penting dalam efisiensi pengiriman energi, baik dalam negeri maupun global,” katanya.

Secara keseluruhan, strategi terintegrasi Pertamina dari hulu hingga hilir diyakini Wiko akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjawab tantangan dekarbonisasi yang makin mendesak. “Kami tidak hanya bicara laba, tapi keberlanjutan. Investasi, efisiensi, dan inovasi adalah fondasi Pertamina untuk tetap menjadi pemimpin dalam era energi masa depan,” kata Wiko.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
RE
KabarBursa.pro Editorial Team

Redaksi KabarBursa

Berita Terkait