KABARBURSA.COM – Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) yang digelar di Davos, Swiss, melontarkan pujian kepada Badan Pengelola Investasi Danantara. Dengan bangganya Presiden mengatakan, dirinya bisa berdiri dan sejajar dengan para pemimpin dunia di forum internasional tersebut, berkat Danantara.
Disampaikan Prabowo, merupakan energi yang menggerakkan masa depan Indonesia. Danantara adalah dana kekayaan negara dengan aset kelolaan sebesar USD1 triliun. Dengan kekayaan sebesar itu, Indonesia disebutnya mampu menjadi mitra internasional yang mampu tubuh Bersama.
“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Dengan Danantara, Indonesia akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama. Danantara didirikan untuk membiayai Bersama industri masa depan,” kata Prabowo dalam pidatonya, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Jumat, 23 Januari 2026.
Untuk itu, orang nomor satu Indonesia ini bertekad untuk mengoptimalkan industri dengan signifikan, dan harus dijalankan dengan baik dan bijaksana. Rasionalisasi jumlah BUMN dianggap sebagai langkah yang tepat, sebab saat ini Danantara telah mengelola 1.044 perusahaan milik negara.
“Kami akan mengurangi jumlahnya menjadi sekitar 300. Kami akan melakukan rasionalisasi, menyingkirkan inefisiensi, dan menginginkan tata Kelola serta manajemen terbaik sesuai standar internasional,” ucap Presiden.
Lebih lanjut ia berujar, Danantara dibangun dengan pengawasan yang kuat dan tanggung jawab institusional. Untuk itu, pemerintah berusaha menemukan pemimpin terbaik untuk Danantara.
Agar semakin berkembang, Prabowo juga memberi sinyal agar Danantara merekrut orang-orang terbaik di dunia, tidak hanya dari lokal.
Defisit APBN dan Ekonomi yang Stabil
Tidak hanya soal Danantara, Presiden Prabowo juga memamerkan kondisi perekonomian Indonesia, yang dianggapnya stabil. Ada beberapa indikator yang menguatkan hal tersebut, seperti deficit APBN yang terjaga di bawah 3 persen PDB dan laju inflasi yang terjaga di 2 persen.
Lalu, ekonomi Indonesia pun tumbuh lebih dari 5 persen setiap tahunnya dan dipastikan bertumbuh di tahun-tahun berikutnya. Ekonomi yang terjaga dengan baik ini bukan hanya sesumbar belaka, namun telah diakui banyak lembaga internasional.
“Setiap kebijakan akan selalu terkalibrasi dengan baik. Pemerintah selalu berusaha menjaga kredibilitas ini dengan sepenuh hati. Jika hilang, mahal untuk diperoleh kembali. Sepanjang Sejarah, Indonesia tidak pernah gagal membayar utang,” tegas dia.
Sekilas Tentang WEF
World Economic Forum (WEF) adalah forum internasional yang mempertemukan para pemimpin dunia, baik itu kepala negara, menteri, CEO perusahaan global, bank sentral, akademisi, dan organisasi internasional, yang membahas isu ekonomi global dan tantangan strategis dunia.
WEF berbentuk yayasan nirlaba yang berbasis di Jenewa, Swiss, dan paling dikenal lewat pertemuan tahunan di Davos (Annual Meeting of the World Economic Forum).
Forum ini membahas isu-isu besar seperti arah pertumbuhan ekonomi global, stabilitas keuangan, perdagangan internasional, perubahan iklim, energi, teknologi, kecerdasan buatan, geopolitik, hingga ketimpangan sosial.
WEF tidak membuat kebijakan yang mengikat, tetapi sering menjadi ruang pembentukan konsensus dan arah pemikiran global yang kemudian memengaruhi keputusan pemerintah dan pelaku pasar.
Bagi pasar keuangan, WEF penting karena pernyataan pejabat tinggi, bank sentral, atau CEO global di Davos kerap menjadi sumber sinyal kebijakan dan sentimen, mulai dari arah suku bunga, transisi energi, hingga strategi industri global.
Singkatnya, WEF adalah forum dialog elite global—bukan lembaga pengambil keputusan—yang berperan besar dalam membentuk narasi dan agenda ekonomi dunia.(*)