Logo
>

Prabowo Subianto Soroti Nilai Ekonomi Lumpur Pasca-Banjir

Ia mendorong keterlibatan ahli dan perusahaan swasta yang memiliki kompetensi khusus di bidang ini

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Prabowo Subianto Soroti Nilai Ekonomi Lumpur Pasca-Banjir
Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi bencana. Foto: Tangkapan Layar

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Presiden Prabowo Subianto mengungkap adanya minat dari pihak swasta untuk memanfaatkan lumpur sisa banjir di wilayah Sumatera. Pernyataan itu disampaikan usai ia meninjau hunian korban bencana di Aceh Tamiang, proyek yang dibangun oleh Danantara, dalam rapat terbuka.

    “Gubernur melaporkan kepada saya, ada pihak-pihak swasta yang tertarik. Mereka bisa memanfaatkan lumpur itu di berbagai lokasi, bukan hanya di sungai, tapi juga di sawah dan sekitarnya,” ujar Prabowo, dikutip dari siaran daring Youtube Sekretariat Presiden.

    Presiden menambahkan, jika ada swasta yang ingin membeli, peluang itu terbuka lebar. “Kalau ada swasta mau beli, ya silakan. Keuntungannya bisa langsung dinikmati oleh daerah-daerah. Wah, gubernur dan bupati tentu semangat begitu. Intinya, kita kerahkan seluruh upaya kita,” serunya dengan tegas.

    Ia menekankan bahwa pembersihan lumpur pasca-banjir di Sumatera saat ini tengah dilakukan dengan cepat dan efisien. Tumpukan lumpur yang menumpuk di kuala—tempat pertemuan beberapa aliran sungai sebelum bermuara ke laut—dinilai bisa menjadi solusi efisiensi yang signifikan.

    “Ini menurut saya sangat potensial. Pendangkalan kuala, pembersihan kuala, membuka peluang baru, semua itu bagus. Dengan begitu, akses sungai-sungai bisa lebih bermanfaat bagi kita,” jelasnya.

    Lebih jauh, Prabowo menekankan bahwa operasi pembersihan lumpur harus dilakukan dalam skala besar. Ia mendorong keterlibatan ahli dan perusahaan swasta yang memiliki kompetensi khusus di bidang ini.

    “Baik, saya pikir sudah saatnya kita buat operasi besar. This is a big engineering operation! Ada perusahaan-perusahaan besar dengan keahlian di bidang dredging untuk pelabuhan dan sebagainya. Nantinya, hasilnya juga akan sangat bermanfaat,” tandasnya.

    Lalu seperti apa lumpur secara pemanfaatan dan nilai ekonominya?

    Tanah Liat, atau Clay, misalnya. Teksturnya halus, mengandung kaolin dan mineral lain, dan dapat diolah menjadi keramik, bata, genteng, bahkan kosmetik. Di Bandung dan Cianjur, Jawa Barat, tanah liat semacam ini telah lama menjadi bahan baku kerajinan dan industri lokal. Sekilas tampak biasa, namun di tangan pengrajin dan industri, ia berubah menjadi produk bernilai tinggi.

    Lumpur organik atau humus menyimpan energi yang berbeda: nutrisi alamiah. Kaya nitrogen, fosfor, dan kalium, lumpur ini ideal sebagai pupuk alami atau bahan kompos. Sawah dan rawa di Sumatera, atau limbah tambak udang di Jawa Timur, sebenarnya menyimpan harta yang bisa menghidupi pertanian berkelanjutan jika dikelola dengan benar. Bahkan, beberapa pihak mulai mengekstraknya untuk biofuel, memanfaatkan kekayaan organik yang tersembunyi.

    Sementara itu, lumpur sedimen sungai yang mengendap di muara dan kuala menyimpan pasir dan kerikil, bahan konstruksi yang selalu dicari. Dari reklamasi lahan pantai hingga pembangunan pelabuhan, lumpur ini bisa menjadi solusi efisiensi yang menguntungkan. Muara Sungai Musi di Palembang dan Sungai Mahakam di Kalimantan Timur adalah contoh nyata, tempat endapan lumpur yang seolah “menunggu” untuk dimanfaatkan.

    Tidak kalah menarik, lumpur mineral bisa mengandung emas, timah, atau mangan. Endapan ini sering muncul di aliran sungai pegunungan atau area pertambangan. Di Sungai Citarum (Jawa Barat dan Papua) maupun Bangka Belitung, lumpur semacam ini bukan sekadar kotoran basah; ia bisa menjadi sumber logam berharga bagi industri elektronik, konstruksi, bahkan perhiasan.

    Terakhir, lumpur industri atau limbah pabrik menyimpan nilai tersendiri. Meski berasal dari sisa produksi, kandungan mineral dan kimianya bisa diolah menjadi bahan bangunan seperti bata ringan atau paving block, pupuk kimia, atau bahan tambahan semen. Contohnya adalah lumpur sisa pabrik pulp di Riau atau pengolahan air di industri kelapa sawit Sumatera, yang selama ini sering diremehkan.

    Dari lumpur yang tampak biasa itu, tersingkap peluang ekonomi yang luas. Dengan teknik yang tepat dan dukungan pihak swasta, apa yang dulunya sampah banjir bisa berubah menjadi sumber daya bernilai tinggi, membuka peluang baru bagi daerah-daerah terdampak banjir. Sungguh, kekayaan Indonesia kadang tersembunyi di tempat yang paling tak terduga: di dasar sungai, sawah, dan kuala yang tertutup lumpur. (*)

    Jenis LumpurKandungan / KarakteristikPemanfaatanContoh Lokasi di Indonesia
    Tanah Liat (Clay)Kaolin, illit, montmorillonit; tekstur halus, mudah dibentukKeramik, porselen, bata, genteng, semen, kosmetikBandung & Cianjur (Jawa Barat)
    Lumpur Organik / HumusBahan organik tinggi, kaya N, P, KPupuk alami, kompos, biofertilizer, biofuelSawah & rawa di Sumatera, tambak udang Jawa Timur
    Lumpur Sedimen SungaiPasir, lumpur halus, kerikil; endapan muaraReklamasi lahan, pengerukan pelabuhan, konstruksi jalan dan betonMuara Sungai Musi (Palembang), Sungai Mahakam (Kaltim)
    Lumpur Mineral / LogamMengandung emas, timah, mangan, besiPenambangan logam, industri elektronik, konstruksi, perhiasanSungai Citarum (Jawa Barat & Papua), Bangka Belitung
    Lumpur Industri / Limbah LumpurPartikel kimia, mineral dari limbah pabrikBahan bangunan (bata ringan, paving block), pupuk kimia, tambahan semenPabrik pulp di Riau, pengolahan air industri kelapa sawit Sumatera

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.