Logo
>

Prabowo Tegur Birokrasi Investasi sambil Singgung Target Ekonomi Delapan Persen

Presiden Prabowo Subianto meminta birokrasi investasi dipangkas agar Indonesia mampu mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Prabowo Tegur Birokrasi Investasi sambil Singgung Target Ekonomi Delapan Persen
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 dalam rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Selasa, 20 Mei 2026. (Foto: Dok. BPMI Setpres)

KABARBURSA.COM – Presiden RI Prabowo Subianto terus mendorong agar pemerintah melakukan perbaikan dalam proses investasi di Indonesia.

Iklim investasi nasional perlu terus diakselerasi. Sebab pemerintah telah mematok target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027.

Selain itu, target tersebut juga untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada 2029.

"Saudara-saudara sekalian, justru pemerintah harus perbaiki semua institusi kita supaya ada iklim usaha yang baik. Jangan pengusaha diperas terus, Jangan pengusaha diganggu," ujarnya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.

Prabowo juga menyerukan agar izin usaha dari para investor perlu dipercepat dan tidak boleh kalah dari negara lain. Sehingga para pengusaha tidak menemui hambatan semisal di bagian birokrasi.

"Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam dua minggu, kenapa kita izinnya dua tahun? Memalukan! Dan kita jangan banyak inisiatif. Sudah perintah presiden, perintah menteri, (birokrasi) di bawah bikin lagi dia. Diolah lagi. Peraturan menteri lah, peraturan teknis lah, rekomendasi lah, akal-akalannya itu," sebutnya.

"Saya ingatkan, semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah. Waspadai birokrat-birokrat itu, karena dia itu pengalamannya lama. Kau masuk keluar kan tiap lima tahun ya kan? Itu kalau enggak di-reshuffle bener enggak? Mereka itu lama," serunya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mendorong peran pihak hingga perusahaan swasta dalam menumbuhkan perekonomian bangsa. Dalam hal ini, perusahaan swasta juga perlu meningkatkan daya saing hingga tingkat global.

"Kita harus dorong perusahaan-perusahaan swasta kita unggul," ucapnya.

Sambil menyenggol soal kebiasaan meminum kopi, Presiden kemudian menyebut contoh perusahaan asal dalam negeri yang mampu menembus pasar global, seperti produk di bidang FMCG (Fast Moving Consumer Goods) semisal kopi keluaran Mayora dan mi instan dari Indomie yang terkenal di Eropa sampai Afrika. 

"Mayora berhasil memasarkan Kopiko di lebih dari 100 negara. Karena mereka memiliki brand ambassador. Presidennya juga mendorong minum kopi dimana-mana.Tapi saya paham, panitia penyelenggara DPR tahu kalau, oh ada (menemukan kopi di podium) Saya mohon izin, boleh saya minum, Ibu Ketua (Puan Maharani Ketua DPR," pungkasnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.