KABARBURSA.COM - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 32 poin ke level Rp17.414 pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Pemelahan ini terjadi imbas meningkatnya kondisi geopolitik.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan Presiden AS, Donald Trump menganggap proposal perdamaian AS kepada Iran "sama sekali tidak dapat diterima". Menurutnya, hal ini bisa meningkatkan risiko geopolitik.
"Pada hari Minggu, Trump menolak proposal balasan terbaru Teheran terhadap kerangka perdamaian Washington, dengan mengatakan bahwa tanggapan Iran 'sama sekali tidak dapat diterima'. Komentar tersebut meredam harapan akan meredanya ketegangan dalam waktu dekat di kawasan Teluk," ujar dia dalam keterangannya.
Proposal asli AS dilaporkan menginginkan penghentian kegiatan pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, penghapusan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan pembongkaran fasilitas nuklir utama sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan penghentian aksi militer.
Ibrahim menyebut tanggapan Iran yang disampaikan melalui mediator Pakistan, dilaporkan menuntut pencabutan sanksi, penghentian kehadiran angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, dan pengakuan hak Iran untuk melanjutkan beberapa aktivitas nuklir.
Ketegangan geopolitik ini terjadi menjelang kunjungan Trump ke China yang dijadwalkan akhir pekan ini. Ia diperkirakan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
"Pertemuan puncak tersebut kemungkinan akan fokus pada perdagangan, Taiwan, dan konflik Iran, dengan Beijing dipandang sebagai pemain diplomatik kunci mengingat hubungan ekonominya dengan Teheran," jelas Ibrahim.
Minggu ini, kata Ibrahim, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data inflasi AS bulan April 2026, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI).
"Bersamaan dengan itu, data Penjualan Ritel dan pidato para pejabat Federal Reserve juga akan menjadi perhatian pasar," tuturnya.
Sementara untuk perdagangan besok, Selasa, 12 Mei 2026, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.410- Rp17.460.
Di sisi lain BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS hari ini dipicu beberapa sentimen. Pertama, meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap negosiasi damai AS–Iran dan tensi geopolitik Timur Tengah.
Selain itu, sentimen datang terkait menurunnya cadangan devisa Indonesia yang menurun selama empat bulan beruntun ke level terendah hampir dua tahun.
"Mencerminkan tekanan eksternal yang masih tinggi," tulis BRI Danareksa.
Adapun, tambah BRI Danareksa, risiko kenaikan harga energi global dan capital outflow masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan rupiah dalam jangka pendek. (*)