Logo
>

PT ABEB dan CNGR Resmi Beroperasi di KEK Setangga, RI Bidik Rantai Baterai Dunia

Produksi Ternary Precursor berbasis nikel di KEK Setangga menandai penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai global dan agenda hilirisasi nasional.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
PT ABEB dan CNGR Resmi Beroperasi di KEK Setangga, RI Bidik Rantai Baterai Dunia
Sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah bersama jajaran manajemen PT Anugerah Barokah Energi Baru dan CNGR menekan tombol peresmian operasional pabrik Ternary Precursor berbasis nikel di Kawasan Ekonomi Khusus Setangga, Kalimantan Selatan, Selasa (13/1). Peresmian ini menandai dimulainya penguatan hilirisasi nikel Indonesia dalam rantai pasok industri baterai global. Foto: Dok. Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM — Langkah Indonesia menancapkan kaki lebih dalam di industri baterai global kini tidak lagi sekadar wacana. Di Kawasan Ekonomi Khusus Setangga, Kalimantan Selatan,  sebuah pabrik yang bermain di hulu rantai pasok baterai lithium resmi beroperasi. PT Anugerah Barokah Energi Baru atau ABEB, perusahaan yang memproduksi Ternary Precursor berbasis nikel, diresmikan pada 13 Januari dan langsung diarahkan untuk menyasar pasar ekspor.

    Kehadiran pabrik ini disebut sebagai upaya panjang memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai dunia yang semakin kompetitif. Produk yang dihasilkan ABEB merupakan bahan perantara penting dalam pembuatan material katoda baterai lithium, komponen kunci bagi kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.

    Langkah ABEB juga tidak berdiri sendiri. Perusahaan ini terhubung langsung dengan jaringan CNGR, sebuah ekosistem global yang mencakup produsen material baterai, manufaktur baterai, hingga industri otomotif dunia. Keterhubungan ini membuka jalur yang lebih lebar bagi Indonesia untuk tidak lagi hanya menjual bahan mentah, tetapi ikut menentukan arah industri energi hijau global.

    Di tengah penguatan rantai pasok tersebut, pemerintah melihat hilirisasi nikel bukan semata urusan ekonomi. Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI Purnawirawan Sjafrie Sjamsoeddin menilai terobosan industri pengolahan seperti ini membawa manfaat langsung bagi kepentingan pertahanan negara.

    Menurutnya, pemanfaatan sumber daya alam melalui hilirisasi adalah bagian dari strategi membangun industri pertahanan nasional yang mandiri.

    “Pada 2026, produksi bahan baku baterai ini diharapkan menjadi terobosan strategis bagi Indonesia dalam mendukung penguasaan teknologi, termasuk teknologi pertahanan. Hilirisasi yang transparan menunjukkan kontribusi nyata industri terhadap kepentingan pertahanan nasional”, ujarnya, dikutip dari siaran pers Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Rabu, 14 Januari 2026.

    Pandangan tersebut sejalan dengan arah kebijakan yang menempatkan industri bernilai tambah sebagai tulang punggung ekonomi sekaligus penopang ketahanan nasional. Industri baterai tidak lagi dipandang hanya sebagai sektor komersial, melainkan juga sebagai bagian dari penguasaan teknologi masa depan.

    Dari sisi kawasan, KEK Setangga mencatatkan performa yang kian mencolok. Hingga Triwulan III 2025, realisasi investasi di kawasan ini telah mencapai Rp4,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 3.001 orang. Capaian ini menempatkan KEK Setangga sebagai salah satu kawasan ekonomi khusus dengan pertumbuhan investasi tertinggi sepanjang 2025.

    Masuknya ABEB diperkirakan akan memperkuat catatan tersebut. Operasional pabrik ini diharapkan memicu efek berantai bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan nilai ekspor, penciptaan lapangan kerja baru, tumbuhnya industri pendukung dan jasa logistik, hingga mendorong alih teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.

    Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manansang menyebut KEK Setangga memang disiapkan sebagai pusat industri di wilayah tengah Indonesia. Target pengembangannya bukan angka kecil dan dirancang untuk jangka panjang.

    “KEK Setangga ditargetkan dapat menjadi episentrum industri di wilayah tengah Indonesia dengan total rencana investasi mencapai Rp67,69 triliun, dengan potensi penciptaan lapangan kerja bagi lebih dari 78.000 orang hingga tahun 2053,” katanya.

    Peresmian ABEB menjadi salah satu langkah konkret menuju target tersebut. KEK Setangga diarahkan sebagai kawasan industri terintegrasi berbasis pengolahan mineral bernilai tambah dan energi baru. Di sinilah agenda hilirisasi nasional menemukan wujudnya di lapangan, tidak lagi sebatas konsep di atas kertas.

    Dengan kapasitas produksi Ternary Precursor hingga 20.000 ton per tahun, ABEB memainkan peran penting dalam rantai pasok baterai lithium global. Bahan yang dihasilkan pabrik ini menjadi bagian krusial dalam produksi katoda baterai, komponen yang menentukan performa kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.

    Dari pihak mitra global, CNGR menegaskan komitmennya terhadap operasional berkelanjutan di Indonesia. Chairman of CNGR Deng Wei Ming menyebut bahwa ketika pabrik ABEB beroperasi penuh, dampaknya akan terasa langsung pada penciptaan lapangan kerja.

    “Dalam seluruh tahapan pembangunan dan operasional, kami berkomitmen mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia, menerapkan teknologi produksi bersih, serta menjunjung prinsip perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Ke depan, CNGR akan terus memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dan berkontribusi aktif dalam pengembangan industri energi baru dan terbarukan di Indonesia,” tutupnya.

    Seiring berkembangnya aktivitas industri di KEK Setangga, kawasan ini diproyeksikan menjadi kontributor strategis dalam pencapaian Visi Indonesia Emas 2045. Penguatan industri pengolahan bernilai tambah di kawasan ini diharapkan mendorong transformasi struktur ekonomi nasional, memperkuat basis manufaktur, serta memperluas keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global industri strategis berbasis teknologi dan energi masa depan.

    Peresmian pabrik ABEB di KEK Setangga turut dihadiri jajaran pejabat dan pemangku kepentingan strategis, mulai dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI Purnawirawan Dr Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin, Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manansang, hingga Chairman of CNGR Deng Wei Ming dan jajaran direksi PT Anugerah Barokah Energi Baru.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Moh. Alpin Pulungan

    Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

    Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).