Logo
>

Ritel Nasional Tancap Gas, Konsumsi Rumah Tangga Tetap Tangguh

Tren ini menjadi cermin menguatnya permintaan konsumen domestik, seiring keberlanjutan berbagai skema stimulus dan program pemerintah

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Ritel Nasional Tancap Gas, Konsumsi Rumah Tangga Tetap Tangguh
Ilustrasi konsumsi rumah tangga. Guna menjaga daya beli masyarakat di awal tahun. Konsumsi kembali menunjukkan denyut yang solid. Foto: Dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Penjualan ritel nasional mencetak lonjakan tahunan paling agresif dalam hampir dua tahun terakhir pada November 2025. Rilis terbaru Bank Indonesia yang dipublikasikan Senin (12/1) mengungkapkan penjualan ritel tumbuh 6,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), melesat signifikan dibandingkan capaian Oktober yang berada di level 4,3 persen.

    Capaian tersebut menandai tujuh bulan beruntun ekspansi penjualan ritel. Tren ini menjadi cermin menguatnya permintaan konsumen domestik, seiring keberlanjutan berbagai skema stimulus dan program pemerintah yang menjaga daya beli masyarakat menjelang penutupan tahun. Konsumsi kembali menunjukkan denyut yang solid.

    Dari sisi bulanan, sektor ritel juga memperlihatkan akselerasi yang lebih tegas. Penjualan ritel meningkat 1,5 persen secara bulanan (month-on-month/mom), melampaui kenaikan Oktober sebesar 0,6 persen dan menjadi pertumbuhan bulanan paling kencang dalam delapan bulan terakhir. Pergerakan ini mengafirmasi ketahanan konsumsi rumah tangga sebagai pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

    Memasuki Desember, Bank Indonesia memproyeksikan tren positif tersebut berlanjut. Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 diperkirakan tetap tumbuh 4,4 persen secara tahunan. Kinerja penjualan eceran dipacu oleh menguatnya sejumlah kelompok utama, terutama Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman dan Tembakau, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

    Secara bulanan, penjualan eceran Desember 2025 diproyeksikan melaju 4,0 persen (mtm), jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 1,5 persen (mtm). Akselerasi ini ditopang oleh kinerja mayoritas kelompok barang, dengan kontribusi dominan dari Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Makanan, Minuman dan Tembakau. Momentum tersebut sejalan dengan lonjakan permintaan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

    Dari perspektif harga, tekanan inflasi dalam horizon jangka pendek menunjukkan kecenderungan meningkat. Untuk tiga bulan mendatang, yakni Februari 2026, inflasi diprakirakan menguat, sementara dalam horizon enam bulan ke depan, Mei 2026, tekanannya diperkirakan mereda. Indikasi tersebut tercermin pada Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Februari 2026 yang tercatat sebesar 168,6, naik dari 163,2 pada periode sebelumnya, dipicu oleh ekspektasi kenaikan harga menjelang Ramadan 1447 H. Sebaliknya, IEH Mei 2026 berada di level 154,5, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 161,7, menandakan meredanya ekspektasi tekanan harga dalam jangka menengah.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.