Logo
>

Sektor Konsumer Mulai Pulih, ICBP Jadi Jagoan Pilihan Analis

BRI Danareksa Sekuritas menilai kinerja emiten konsumer membaik pada kuartal IV 2025 dengan pertumbuhan pendapatan stabil dan margin mulai pulih

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Sektor Konsumer Mulai Pulih, ICBP Jadi Jagoan Pilihan Analis
Analis menilai sektor konsumer mulai pulih pada 2026. ICBP menjadi pilihan utama berkat pertumbuhan pendapatan stabil dan valuasi menarik. Foto: IG @giladiskonn

KABARBURSA.COM — Optimisme mulai kembali menyelimuti saham-saham sektor konsumer Indonesia. Setelah sempat tertekan oleh lonjakan harga bahan baku dan melemahnya daya beli, kinerja emiten makanan dan kebutuhan sehari-hari diperkirakan membaik pada kuartal keempat 2025.

Dalam laporan riset terbarunya, Jumat, 6 Februari 2026, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pendapatan sektor konsumer pada 4Q25 tumbuh stabil sebesar 6,7 persen secara tahunan. Untuk sepanjang tahun 2025, pertumbuhan pendapatan diperkirakan mencapai 4,2 persen secara tahunan, sejalan dengan ekspektasi pasar.

“Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan sektor konsumer pada 4Q25 dan FY25 masing-masing sebesar 6,7 persen dan 4,2 persen secara tahunan, secara umum sejalan dengan estimasi konsensus sebesar 4,1 persen secara tahunan,” tulis tim analis BRI Danareksa Sekuritas dalam laporannya.

Menurut mereka, pemulihan kinerja sektor ini terutama ditopang oleh dua emiten besar, yakni Indofood CBP Sukses Makmur atau ICBP dan Mayora Indah atau MYOR. Di sisi lain, margin keuntungan perusahaan juga mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Pertumbuhan pendapatan yang lebih baik itu disebut terjadi seiring normalisasi harga komoditas lunak seperti minyak kelapa sawit, kakao, dan kopi. Penurunan harga bahan baku membuat tekanan biaya produksi berangsur mereda.

“Pertumbuhan pendapatan terutama didukung oleh ICBP dan MYOR, sementara kami juga memperkirakan pemulihan margin laba kotor pada 4Q25 seiring normalisasi harga komoditas lunak,” ungkap laporan tersebut.

ICBP Jadi Pilihan Utama

Dari seluruh saham di sektor konsumer, analis menempatkan ICBP sebagai jagoan utama. Rekomendasi beli tetap dipertahankan dengan target harga Rp11.500 per saham.

“Kami menegaskan kembali pandangan Overweight terhadap sektor ini. ICBP dengan rekomendasi Buy dan target harga Rp11.500 tetap menjadi pilihan utama di sektor konsumer,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.

Untuk kuartal IV 2025, pendapatan ICBP diperkirakan tumbuh 10,2 persen secara tahunan. Margin laba kotor perusahaan juga diproyeksikan membaik menjadi 37,9 persen, didukung oleh penurunan harga CPO sekitar 3 persen secara kuartalan.

Namun dari sisi laba inti, ICBP masih menghadapi tekanan. Analis memproyeksikan laba inti 4Q25 turun 35,6 persen secara tahunan akibat dampak kerugian kurs valuta asing pada tahun sebelumnya. Meski begitu, valuasi ICBP dinilai tetap sangat menarik. Perusahaan dianggap memiliki model bisnis yang defensif dengan posisi pasar yang kuat.

“ICBP tetap menjadi pilihan utama di sektor ini karena model bisnisnya yang defensif dan valuasi yang menarik pada level PE 9,3 kali untuk FY26,” tegas analis.

MYOR Tumbuh Kuat, Tapi Margin Masih Tertekan

Saham lain yang juga mendapat sorotan positif adalah MYOR. BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan Mayora pada 4Q25 tumbuh 9 persen secara tahunan, sehingga pertumbuhan setahun penuh 2025 bisa mencapai 6,8 persen.

“Kami meyakini proyeksi ini realistis karena diskusi terakhir kami dengan perusahaan menunjukkan permintaan yang tetap tangguh dengan pertumbuhan penjualan satu digit tinggi secara tahunan pada 4Q25,” tulis analis.

Perbaikan margin juga mulai terlihat berkat turunnya harga kakao dan kopi. Margin laba kotor MYOR pada 4Q25 diperkirakan meningkat menjadi 24,1 persen, sedikit di atas ekspektasi pasar.

Namun secara keseluruhan, laba bersih FY25 diproyeksikan masih turun 8,3 persen secara tahunan karena tekanan biaya yang terjadi pada awal tahun.

UNVR Mulai Bangkit dari Titik Terendah

Sinyal pemulihan juga terlihat pada Unilever Indonesia atau UNVR. Setelah mengalami tekanan panjang, momentum penjualan perusahaan ini disebut mulai membaik sejak kuartal III 2025.

Analis memperkirakan pendapatan UNVR pada 4Q25 tumbuh 5,1 persen secara tahunan. Bahkan laba kuartal tersebut diproyeksikan melonjak 177,2 persen secara tahunan karena basis perbandingan yang rendah pada tahun sebelumnya.

“Kami memperkirakan momentum penjualan UNVR akan terus membaik pada 4Q25 setelah mengalami titik balik pada 3Q25,” sebut laporan tersebut.

INDF Murah, Tapi Laba Masih Lemah

Untuk Indofood Sukses Makmur atau INDF, kinerjanya dinilai masih bercampur. Pendapatan 4Q25 diperkirakan tumbuh 4,2 persen secara tahunan berkat kontribusi dari anak usahanya, ICBP. Namun laba inti INDF justru diproyeksikan turun tajam hingga 72,3 persen secara tahunan, terutama akibat tekanan biaya dan faktor non-operasional.

Meski begitu, dari sisi valuasi, INDF termasuk yang paling murah di antara emiten konsumer lainnya. Hal ini membuat sahamnya tetap menarik bagi investor jangka panjang.

Secara keseluruhan, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi Overweight terhadap sektor konsumer. Beberapa faktor dianggap bisa menjadi katalis positif ke depan, mulai dari valuasi yang murah hingga potensi peningkatan konsumsi rumah tangga.

“Kami mempertahankan pandangan Overweight terhadap sektor ini, didukung oleh valuasi yang menarik, rendahnya posisi dan kepemilikan dana domestik, serta potensi katalis dari percepatan fiskal pemerintah yang diharapkan dapat mendukung konsumsi rumah tangga,” tulis analis.

Dengan kombinasi pemulihan margin, pertumbuhan pendapatan yang stabil, serta dukungan kebijakan pemerintah, sektor konsumer dinilai siap memasuki fase yang lebih cerah pada 2026.

Bagi investor pasar modal, pesan utamanya cukup jelas. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, saham konsumer tetap menjadi tempat berlindung yang relatif aman. Dan di antara semuanya, ICBP masih dianggap sebagai bintang paling terang.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).