KABARBURSA.COM – Harga minyak jatuh pada hari Minggu, 14 Juni 2026 setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menyelesaikan kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Dilaporkan CNBC, kontrak berjangka minyak mentah AS turun 4,8 persen menjadi USD80,80 per barel pada pukul 18.01 waktu ET. Sementara itu, kontrak berjangka Brent sebagai patokan internasional diperdagangkan 3,9 persen lebih rendah ke posisi USD83,89 per barel.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai," kata Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social. Hormuz akan dibuka tanpa sistem tarif tol dan AS akan mengakhiri blokade angkatan lautnya terhadap Iran, ungkap sang presiden.
"Kapal-kapal dunia, hidupkan mesin kalian," tutur Trump. "Biarkan minyak mengalir!"
Dalam unggahan berikutnya, Trump menyebutkan bahwa selat tersebut akan dibuka pada hari Jumat, hari di mana upacara penandatanganan resmi perjanjian damai dijadwalkan berlangsung di Swiss.
"Dengan pembukaan Selat saat penandatanganan Kesepakatan pada hari Jumat untuk tujuan pembersihan ranjau, minyak akan mengalir kembali di kedua ujungnya untuk Kawasan ini, dan Dunia!" katanya.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz sebelum lalu lintas kapal tanker anjlok pada awal Maret akibat serangan Iran. Gangguan di Hormuz tersebut telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada hari Minggu mengatakan bahwa AS dan Iran telah menyatakan penghentian operasi militer segera dan permanen di semua lini, termasuk Lebanon. Perdana menteri Pakistan tersebut bertindak sebagai mediator antara AS dan Iran.
"Kami ingin berterima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka dalam menemukan solusi diplomatik untuk konflik ini," kata Sharif.
“Para mediator akan memfasilitasi pertemuan-pertemuan pada pekan ini untuk meletakkan dasar bagi pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi,” ujarnya.
CEO perusahaan kapal tanker minyak Frontline mengatakan kepada CNBC pekan lalu bahwa ia memperkirakan lalu lintas kapal melalui Hormuz akan pulih dengan cepat jika AS dan Iran mencapai kesepakatan yang kredibel.
"Saya sebenarnya sangat optimis saat situasi berbalik dan AS serta Iran telah menemukan semacam kesepakatan, setidaknya untuk tidak menyerang pelayaran, bahwa transit tersebut akan berlanjut kembali dengan cukup cepat," kata CEO Frontline Lars Barstad.(*)