KABARBURSA.COM — Sinar Mas Land mulai memperluas langkah di sektor kesehatan dengan menggandeng Bundamedik untuk membangun rumah sakit di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Sinar Medika Langgeng dan emiten PT Bundamedik Tbk (BMHS). Penandatanganan tersebut turut disaksikan Menteri Kesehatan di Jakarta.
Langkah ini menjadi pintu awal pembentukan usaha patungan yang ditargetkan menghadirkan rumah sakit berstandar internasional. Fasilitas tersebut dirancang menjadi penggerak utama untuk menarik investasi masuk ke kawasan KEK ETKI.
Rumah sakit nantinya akan dikembangkan dan dikelola oleh Bundamedik sebagai bagian dari ekspansi jaringan layanan kesehatan. Selain layanan umum, fokus juga diarahkan pada layanan spesialis seperti fertilitas, kesehatan ibu dan anak, hingga bedah berbasis teknologi.
Pengembangan ini tidak hanya menyasar kebutuhan domestik, tetapi juga diarahkan untuk menahan aliran devisa yang selama ini keluar karena masyarakat memilih berobat ke luar negeri. Di saat yang sama, konsep medical tourism juga mulai disiapkan untuk menarik pasien dari dalam maupun luar negeri.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai sektor kesehatan tidak hanya soal layanan publik, tetapi juga punya peran dalam menggerakkan ekonomi. “Kita ingin menghadirkan layanan kesehatan yang mudah aksesnya, bagus kualitasnya, dan murah harganya,” ujarnya dalam keterangan tertulis Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK yang diterima KabarBursa.com, Selasa, 7 April 2026.
Budi juga menegaskan pentingnya keterlibatan swasta dalam pengembangan sektor ini. “Peran swasta menjadi sangat penting untuk mendorong pengembangan sektor ini ke depan,” katanya.
Dari sisi pengelola kawasan, kerja sama ini disebut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan yang lebih terintegrasi. “Kami berharap kerja sama ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Kepala BUPP KEK ETKI Banten, Lindawaty.
Bundamedik melihat kolaborasi ini sebagai peluang memperluas layanan kesehatan dengan standar lebih tinggi. Chairman & President Commissioner PT Bundamedik Tbk, Ivan Rizal Sini, mengatakan pengalaman perusahaannya dalam mengelola rumah sakit ibu dan anak dinilai menjadi modal untuk masuk ke proyek ini.
“Kami siap bersinergi dengan Sinar Mas Land dalam mempersiapkan layanan kesehatan yang terintegrasi dan berstandar tinggi,” ujar Ivan.
Dari sisi teknologi, Bundamedik menegaskan kesiapan mereka dalam menghadirkan layanan berbasis inovasi, termasuk bedah robotik.
“Kami telah menangani lebih dari 800 kasus dan menjadi satu-satunya di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, yang berhasil melakukan prosedur sparing mastectomy menggunakan teknologi robotik,” ujar Presiden Direktur PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono.
KEK ETKI Banten ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 dengan luas sekitar 59,68 hektare. Kawasan ini dikembangkan bertahap dengan fokus pada pendidikan internasional, teknologi digital, kesehatan, dan industri kreatif.
Pada tahap awal, kawasan seluas 29 hektare telah mulai diisi berbagai fasilitas seperti medical suites, kampus biomedis, hingga area komersial. Hingga kini, sedikitnya 22 pelaku usaha di sektor kesehatan telah mengajukan izin untuk beroperasi.
Ke depan, kerja sama antara Sinar Mas Land dan Bundamedik akan dilanjutkan ke tahap yang lebih teknis, mulai dari studi kelayakan, desain fasilitas, hingga persiapan operasional melalui entitas baru.
Di tengah upaya memperkuat sektor kesehatan nasional, proyek ini bukan hanya soal pembangunan rumah sakit. Ia juga menjadi bagian dari strategi besar menjadikan kesehatan sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.