Logo
>

Standar Global Ketat, Industri Perlu Inovasi Sertifikasi

Kemenperin dorong pelaku industri adaptif dengan standar global pasca-2025 lewat penguatan sertifikasi, inovasi layanan mutu, dan kolaborasi lintas sektor.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Standar Global Ketat, Industri Perlu Inovasi Sertifikasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Di tengah upaya industri nasional menyesuaikan diri dengan standar global yang kian ketat pasca-2025, pemberian berbagai sertifikat mutu dan penghargaan menjadi penanda kesiapan pelaku industri dalam memenuhi persyaratan tersebut.

    Sertifikasi seperti Standar Nasional Indonesia (SNI), Batikmark, sistem manajemen mutu, hingga industri hijau, tidak lagi sekadar simbol administratif, melainkan bagian dari proses penjaminan mutu dan kepatuhan produk industri nasional.

    Kementerian Perindustrian menegaskan penguatan standardisasi sebagai bagian dari Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang ditetapkan untuk menjawab tantangan industri ke depan sekaligus mengakselerasi pencapaian Indonesia Emas 2045.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, SBIN bertumpu pada empat pilar utama, yakni hilirisasi industri, pengembangan ekosistem industri, penguasaan teknologi, serta keberlanjutan.

    “SBIN bertumpu pada empat pilar utama, yakni hilirisasi industri, pengembangan ekosistem industri, penguasaan teknologi, serta keberlanjutan,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, dikutip KabarBursa.com, Selasa, 30 Desember 2025.

    Dalam implementasinya, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) berperan memperkuat ekosistem industri melalui pengembangan standardisasi, kebijakan jasa industri, serta penguatan infrastruktur mutu.

    Kepala BSKJI Emmy Suryandari menyampaikan bahwa melalui 24 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah koordinasi BSKJI, Kemenperin terus meningkatkan kualitas dan relevansi layanan jasa industri agar adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha.

    “Layanan yang kami kembangkan mencakup sertifikasi, pengujian, kalibrasi, uji profisiensi, hingga pendampingan teknis. Seluruh layanan tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu, keselamatan, dan daya saing produk industri nasional,” ujar Emmy.

    Penguatan layanan sertifikasi dan standardisasi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Industrial Gathering Tahun 2025 oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB), unit kerja di bawah BSKJI.

    Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Menuju Kemandirian Industri” dan diikuti oleh 200 peserta dari unsur pemerintah, BUMN, Bank Indonesia, pelaku industri, akademisi, asosiasi, serta mitra jasa industri.

    Dalam kesempatan yang sama, BBSPJIKB menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada industri yang telah lulus proses sertifikasi. Sertifikat tersebut mewakili enam jenis layanan, yakni sertifikasi produk SNI, Batikmark, sertifikasi profesi, sertifikasi sistem manajemen mutu, sertifikasi halal, serta sertifikasi industri hijau.

    Kepala BSKJI Emmy Suryandari menegaskan bahwa pemenuhan standar menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing industri nasional.

    “BSKJI akan terus memastikan bahwa produk industri nasional memenuhi standar mutu, keselamatan, serta standar global yang berkelanjutan. Seluruh unit kerja kami dorong untuk terus berinovasi dan adaptif dalam menjawab kebutuhan industri,” tuturnya.

    Sementara itu, Plt. Kepala BBSPJIKB Cahyadi menjelaskan bahwa Industrial Gathering menjadi forum komunikasi terbuka antara penyedia layanan jasa industri dan para pemangku kepentingan.

    “Agenda ini sebagai forum komunikasi yang terbuka, konstruktif, dan kolaboratif. Melalui kegiatan ini, kami juga mensosialisasikan perluasan jenis dan ruang lingkup layanan jasa industri BBSPJIKB kepada mitra dan calon mitra guna memperkuat kolaborasi ke depan,” ujarnya.

    Ke depan, ruang lingkup layanan BBSPJIKB tidak lagi terbatas pada sektor kerajinan dan batik, melainkan diperluas untuk menjangkau berbagai sektor industri lainnya.

    Langkah ini sejalan dengan upaya peningkatan agility unit kerja di bawah BSKJI agar kompatibel dengan kebutuhan industri yang terus berkembang, khususnya dalam menghadapi tuntutan standar mutu dan keberlanjutan di pasar global.

    Selain penyerahan sertifikat, BBSPJIKB juga memberikan penghargaan kepada klien dan mitra dalam kategori Top Client, Top Loyal, dan Best Partner sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin.

    Pemberian sertifikat dan penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kepatuhan terhadap standar, peningkatan mutu produk, serta penguatan daya saing industri nasional secara berkelanjutan di tengah dinamika perdagangan dan persaingan global.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Citra Dara Vresti Trisna

    Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.