KABARBURSA.COM - Bank Indonesia (BI) menyatakan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini berdasarkan survei konsumen BI pada Desember 2025.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan keyakinan itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 123,5.
"Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Desember 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK)," ujar dia dalam keterangannya, Jumat, 9 Desember 2025.
Ramadan membeberkan, IKE dan IEK tetap berada pada level optimis yang masing-masing sebesar 111,4 dan 135,6, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,5 dan 136,6.
Adapun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan fundamental ekonomi domestik Indonesia tetap resilien dengan pertumbuhan pada kuartal III mencapai 5,04 persen year on year (yoy). Catatan ini membaik setelah menyentuh di bawah 5 persen pada kuartal I.
"Didukung pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi yang bekerja dengan baik," tulis Kemenkeu dalam keterangan resmi pada Jumat, 9 Januari 2025.
Stabilitas ekonomi juga terefleksi pada inflasi yang terkendali di level 2,92 persen (yoy), mendukung daya beli dan aktivitas usaha. Kemenkeu menyebut inflasi berada dalam rentang sasaran didukung kebijakan harga dan penguatan peran Bulog, serta efektivitas koordinasi kebijakan pengendalian inflasi pusat dan daerah, termasuk dengan BI dan Kementerian terkait.
Di tengah gejolak perdagangan global, kinerja sektor eksternal Indonesia tetap kuat dengan surplus neraca perdagangan Januari – Desember 2025 sebesar USD46,0 miliar (estimasi Kemenkeu), meningkat 46,8 persen (ctc), dengan pertumbuhan ekspor 6,2 persen terutama ditopang sektor industri.
"Perkembangan ini selaras dengan ekspansi sektor manufaktur, di mana Purchasing Managers’ Index ekspansif di 51,2 pada Desember 2025, setelah terkontraksi pada April hingga Juli," sebut Kemenkeu.
Sementara itu, kepercayaan investor di sektor keuangan diklaim juga terus membaik ditandai arus modal yang menguat di kuartal IV. Yield SBN 10 tahun menurun ke 6,01 persen, dari akhir tahun 2024 yang masih di atas 7 persen.
Disebutkan, sepanjang tahun 2025, investor non residen mencatat beli bersih atas SBN (inflow) sebesar Rp2,01 triliun (bulan Desember inflow Rp6,49 triliun).
"Mencerminkan kepercayaan investor terhadap tata kelola fiskal yang prudent," terang Kemenkeu.
Kemenkeu menambahkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga terus merespons dinamika perekonomian dan dioptimalkan perannya dalam melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas perekonomian nasional tanpa mengorbankan disiplin fiskal.
"Kinerja APBN dan perekonomian tahun 2025 yang solid menjadi pondasi awal dalam melanjutkan berbagai program prioritas untuk mencapai Asta Cita dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi," tulis Kemenkeu. (*)