Logo
>

Tarif Trump Guncang Pasar, Bitcoin Terkapar

Tekanan jual mendadak muncul di pasar kripto setelah rencana tarif baru AS ke Eropa memicu lonjakan risiko global.

Ditulis oleh Syahrianto
Tarif Trump Guncang Pasar, Bitcoin Terkapar
Ilustrasi: Koin-koin mata uang kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

KABARBURSA.COM – Harga Bitcoin terkoreksi tajam pada Minggu, 18 Januari 2026 malam, setelah rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memberlakukan tarif baru terhadap negara-negara Eropa memicu gelombang risk-off di pasar global.

Seperti dilansir Reuters, pengumuman Trump soal tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa memperburuk sentimen pasar ketika perdagangan kembali dibuka, mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.

Bitcoin sempat anjlok hampir USD4.000 dalam waktu kurang dari dua jam. Berdasarkan data perdagangan, harga aset kripto terbesar di dunia itu turun dari kisaran USD95.500 ke titik terendah intraday sekitar USD91.935.

Tekanan jual tersebut memicu likuidasi paksa secara luas. Data pasar menunjukkan lebih dari USD500 juta posisi long ber-leverage terhapus hanya dalam satu jam, dengan total likuidasi posisi long kripto melampaui USD525 juta dalam periode yang sama.

Hingga Selasa pagi waktu Asia, Bitcoin masih bergerak terbatas di sekitar USD92.600, atau turun sekitar 2,5 persen dalam 24 jam terakhir.

Tarif Eropa Picu Ketidakpastian Pasar

Aksi jual tersebut terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian makroekonomi setelah Trump menyatakan Amerika Serikat akan menerapkan tarif impor baru mulai 1 Februari 2026.

Masih menurut Reuters, Trump mengumumkan tarif 10 persen terhadap barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Tarif tersebut berpotensi dinaikkan hingga 25 persen pada 1 Juni 2026 apabila tidak tercapai kesepakatan.

Trump secara terbuka mengaitkan kebijakan tarif tersebut dengan upaya Amerika Serikat untuk memperoleh kendali atas Greenland, langkah yang memperuncing ketegangan transatlantik.

Para pemimpin Eropa merespons keras kebijakan itu. Dalam pernyataan bersama, negara-negara yang terdampak memperingatkan bahwa ancaman tarif dapat memicu “spiral penurunan yang berbahaya”. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa Eropa “tidak akan tunduk pada pemerasan”.

Protes juga dilaporkan terjadi di Denmark dan Greenland sepanjang akhir pekan.

Di tengah ketegangan geopolitik dan perdagangan tersebut, investor beralih ke aset aman. Harga emas melonjak dan mencetak rekor tertinggi baru di sekitar USD4.670 per ounce, seperti dilaporkan Reuters.

Sebaliknya, aset berisiko termasuk kripto kembali tertekan, memperkuat pola bahwa Bitcoin masih sangat sensitif terhadap guncangan makro dan geopolitik global.

Faktor Mahkamah Agung AS Tambah Tekanan

Tekanan pasar juga diperparah oleh agenda hukum di Amerika Serikat. 

Seperti dilaporkan Reuters, Mahkamah Agung AS dijadwalkan memutuskan perkara penting terkait kewenangan presiden dalam memberlakukan tarif berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).

Putusan tersebut akan menentukan apakah Trump memiliki dasar hukum untuk menetapkan tarif luas dengan mendeklarasikan defisit perdagangan sebagai kondisi darurat nasional.

Apabila pengadilan memutuskan melawan pemerintah, AS berpotensi harus mengembalikan lebih dari USD100 miliar penerimaan tarif. 

Sebaliknya, jika kewenangan presiden ditegaskan, maka tarif yang sudah berlaku akan tetap berjalan dan membuka ruang bagi kebijakan lanjutan, termasuk terhadap Eropa.

Kondisi Pasar Bitcoin

Secara teknikal, Bitcoin kini diperdagangkan sekitar 3 persen di bawah level tertinggi tujuh hari terakhir di USD95.468, dan masih bertahan di atas level terendah mingguan di kisaran USD92.284.

Pasokan beredar Bitcoin tercatat sekitar 19,98 juta BTC dari batas maksimum 21 juta BTC. Kapitalisasi pasar global Bitcoin berada di kisaran USD1,85 triliun, turun sekitar 2 persen secara harian, dengan volume transaksi 24 jam mencapai USD32 miliar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.