KABARBURSA.COM – Visa coba memperkuat ekosistem pembayaran digital Indonesia sepanjang 2026. Selaku perusahaan pembayaran global akan fokus melancarkan strategi penguatan segmen konsumen generasi baru.
Selain itu, Visa juga melakukan perluasan kolaborasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD), serta pengembangan sistem pembayaran yang aman dan terhubung secara global.
Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari mengatakan, pembayaran digital kini dinilai menjadi infrastruktur krusial dalam pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional.
“Visa melihat bahwa pembayaran digital merupakan infrastruktur penting bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Oleh karena itu, pada 2026, fokus kami diarahkan pada penguatan ekosistem secara menyeluruh," ujarnya lewat keterangan resmi, Kamis, 12 Februari 2026.
Ekosistem Visa akan diperkuat lewat beberapa langkah, mulai dari kemudahan akses hingga kolaborasi lintas sektor demi mendukung transaksi keuangan digital.
"Perluasan akses dan kolaborasi hingga penguatan kepercayaan agar peningkatan aktivitas transaksi dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan,” kata Vira menambahkan.
Lebih lanjut, Visa turut menyasar generasi muda dengan pendekatan berbasis komunitas olahraga, gim, musik, K-pop, hingga fesyen. Strategi ini bertujuan menjadikan pembayaran digital sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Perusahaan berkode saham NYSE:V ini mengaku akan hadir sebagai sponsor acara terkait, sekaligus mendorong adopsi pembayaran digital dalam berbagai momentum berbasis minat (passion point) generasi muda.
Sejumlah ajang yang didukung Visa pada 2026 yakni di bidang Gaming & Esport, Visa menjadi Official Payment Partner Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) M7 World Championship di Jakarta.
Pada lingkup Entertainment & Sports, Visa menjadi sponsor MAMA Awards, title sponsor Maybank Marathon Bali, hingga dukungan pada Piala Dunia FIFA.
Melalui cara ini, Visa memperluas penerimaan pembayaran digital di berbagai kegiatan masyarakat pada ekosistem hiburan dan olahraga nasional.
Di sisi lain, Visa juga memperluas kemitraan dengan BPD untuk meningkatkan daya saing layanan pembayaran bank daerah melalui akses jaringan global Visa.
Kolaborasi ini memungkinkan nasabah BPD melakukan transaksi domestik sampai lintas negara dengan standar keamanan internasional.
Setelah bekerja sama dengan Bank BJB dan Bank Sumsel Babel, Visa pada Januari 2026 menggandeng Bank Jakarta. Kerja sama serupa akan terus diperluas ke sejumlah BPD lain di berbagai wilayah.
Bagi Visa, langkah ini diklaim dapat memperkuat inklusi keuangan, meningkatkan daya saing daerah, serta membuka akses pelaku usaha lokal ke pasar global.
Lebih lanjut, Visa menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan ekosistem pembayaran digital global.
Perusahaan berharap, penguatan infrastruktur pembayaran ini mampu menopang pertumbuhan ekonomi digital nasional dalam jangka panjang.
“Pada akhirnya, tujuan kami adalah memastikan seluruh transaksi, baik di kota besar maupun daerah, berjalan aman, lancar, dan terhubung ke jaringan global, sehingga setiap orang di Indonesia dapat berpartisipasi penuh dalam ekonomi digital yang semakin tanpa batas,” tutup Vira.(*)