Logo
>

Wall Street Melemah, Pasar Tunggu Laporan Nvidia dan The Fed

Indeks AS ditutup turun usai reli Jumat, investor fokus laporan Nvidia dan prospek kebijakan suku bunga The Fed

Ditulis oleh Syahrianto
Wall Street Melemah, Pasar Tunggu Laporan Nvidia dan The Fed
Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Saham-saham di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin seiring investor mencermati prospek suku bunga AS dan menantikan laporan keuangan kuartalan Nvidia pekan ini, setelah reli pada Jumat yang mendorong Dow Jones mencatat rekor penutupan tertinggi.

    Pada Jumat lalu, saham-saham AS menguat setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan di Simposium Jackson Hole bahwa pemangkasan suku bunga dapat dipertimbangkan pada pertemuan September, dengan alasan melemahnya pasar tenaga kerja. 

    “Pasar masih mengalami efek pasca-Jackson Hole. Investor mengambil jeda sejenak,” kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

    Indeks Harga PCE, sebuah indikator inflasi pilihan The Fed, akan dirilis pada Jumat, sementara data resmi nonfarm payrolls dijadwalkan pekan depan. Data tersebut akan krusial, terutama setelah Powell menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga belum pasti. 

    “Fokus saat ini ada pada pasar tenaga kerja. Kami melihat kondisi pekerjaan mulai melambat dan ekonomi melemah, sehingga The Fed perlu bertindak cepat,” ujar Brian Klimke, Direktur Investasi di Cetera Investment Management.

    Saham Nvidia naik 1 persen menjelang laporan kuartalannya pada Rabu, yang diperkirakan menjadi salah satu peristiwa paling diperhatikan pekan ini sekaligus ujian penting bagi reli saham berbasis AI. Dengan bobot sekitar 8 persen dari S&P 500, kinerja Nvidia berpengaruh besar terhadap investor ritel AS yang menabung lewat reksa dana indeks. 

    “Ini adalah peristiwa yang sangat penting dari perspektif partisipan pasar,” kata Michael Green, Manajer Portofolio di Simplify Asset Management.

    Komentar Powell pada Jumat membuat sejumlah broker besar, termasuk Barclays, BNP Paribas, dan Deutsche Bank, merevisi perkiraan mereka dan kini memperkirakan pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada bulan depan. Menurut CME FedWatch, pelaku pasar melihat peluang sebesar 84 persen untuk pemangkasan suku bunga pada September. Pernyataan pejabat Fed John Williams dan Lorie Logan yang dijadwalkan Senin malam juga akan dicermati apakah sejalan dengan pandangan Powell.

    Indeks S&P 500 turun 0,43 persen menjadi 6.439,32. Nasdaq melemah 0,22 persen ke 21.449,29, sementara Dow Jones Industrial Average jatuh 0,77 persen ke 45.282,47.

    Sembilan dari 11 sektor dalam S\&P 500 melemah, dipimpin sektor consumer staples yang turun 1,62 persen, diikuti sektor kesehatan yang melemah 1,44 persen. Reli pada Jumat sebelumnya membantu Dow Jones menutup perdagangan di rekor tertinggi sejak Desember 2024, sementara S\&P 500 mencatat penguatan harian terkuat sejak Mei.

    Jefferies pada Senin menjadi broker terbaru yang menaikkan target akhir tahun untuk S&P 500. Saham Keurig Dr Pepper anjlok 11,5 persen setelah mengumumkan akan membeli JDE Peet’s seharga USD18,4 miliar tunai. Sementara itu, saham peritel furnitur RH dan Wayfair masing-masing turun lebih dari 5 persen setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahannya akan menyelidiki tarif impor furnitur.

    Saham Intel melemah 1 persen setelah Trump menyatakan pemerintah AS mengambil saham di perusahaan tersebut, dan menambahkan akan membuat kesepakatan serupa dengan perusahaan lain.

    Volume perdagangan di bursa AS tercatat ringan, dengan 14,2 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan rata-rata 17,1 miliar dalam 20 sesi sebelumnya. Jumlah saham turun melampaui saham naik dengan rasio 4 banding 1 di dalam indeks S\&P 500. Indeks ini mencatat 17 rekor tertinggi baru dan tidak ada rekor terendah, sementara Nasdaq membukukan 125 rekor tertinggi baru dan 39 terendah baru. (*)

     

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.