KABARBURSA.COM – Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia sepanjang perdagangan pekanan ini menunjukkan tekanan jual pada sejumlah emiten.
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun KabarBursa.com, sepuluh saham tercatat mengalami koreksi terdalam secara mingguan, dengan penurunan harga mencapai dua digit di tengah nilai transaksi yang bervariasi.
Daftar saham terburuk pekan ini mencerminkan dinamika perdagangan yang tidak sejalan dengan pergerakan indeks secara umum. Tekanan harga terjadi baik pada saham dengan likuiditas besar maupun saham bertransaksi terbatas, menunjukkan distribusi tekanan jual yang cukup merata.
Saham PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) menjadi saham dengan koreksi paling dalam sepanjang pekan. MRAT mencatat penurunan harga sebesar 14,8 persen, dengan harga terakhir berada di level 575 dari rata-rata 580. Nilai transaksi saham ini tercatat sebesar Rp3,1 miliar, dengan penurunan harga mencapai 100 poin.
Di posisi berikutnya, saham PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) juga mengalami koreksi tajam. PUDP melemah 14,7 persen, dengan harga terakhir di level 665 dari rata-rata 670,5. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp4 miliar, disertai penurunan harga sebesar 115 poin.
Tekanan jual berlanjut pada saham PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ). Sepanjang perdagangan pekanan, UNIQ terkoreksi 14,7 persen dan ditutup di level 418 dari rata-rata 454,1. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp18,9 miliar, dengan penurunan harga mencapai 72 poin.
Saham PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) turut masuk dalam jajaran saham terburuk pekan ini. ATAP mencatat koreksi 14,6 persen, dengan harga terakhir di level 555 dari rata-rata 562,5. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp20,5 miliar, sementara penurunan harga tercatat 95 poin.
Selanjutnya, saham PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) mengalami penurunan harga sebesar 14,5 persen. HOMI ditutup di level 680, turun dari rata-rata 736. Nilai transaksi saham ini tercatat sebesar Rp5,1 miliar, dengan koreksi harga mencapai 115 poin.
Saham PT Gula Putih Mataram Tbk (GULA) juga mencatat kinerja negatif sepanjang pekan. GULA melemah 12,6 persen, dengan harga terakhir berada di level 236 dari rata-rata 243,2. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp7,7 miliar, dengan penurunan harga 34 poin.
Tekanan harga juga dialami saham PT FOLK Properti Indonesia Tbk (FOLK). Sepanjang pekan, FOLK turun 9,8 persen dan ditutup di level 442. Nilai transaksi saham ini tercatat sebesar Rp1,9 miliar, dengan penurunan harga mencapai 48 poin.
Saham PT Pollux Investasi International Tbk (POLI) masuk dalam daftar berikutnya dengan koreksi 9,7 persen. POLI ditutup di level 795, dengan nilai transaksi relatif terbatas yakni sekitar Rp110,8 juta. Penurunan harga saham ini tercatat sebesar 85 poin.
Berikutnya, saham PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) juga mengalami tekanan. FOOD melemah 9,6 persen sepanjang perdagangan pekanan, dengan harga terakhir berada di level 322 dari rata-rata 351,2. Nilai transaksi saham ini tercatat sebesar Rp84,4 juta, dengan koreksi harga 34 poin.
Menutup daftar sepuluh saham terburuk pekan ini, saham PT Shield On Service Tbk (SOSS) mencatat penurunan harga sebesar 9,6 persen. SOSS ditutup di level 1.080 dari rata-rata 1.287,3, dengan nilai transaksi mencapai Rp154,3 juta dan penurunan harga sebesar 115 poin.
Secara keseluruhan, data perdagangan pekanan menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat pada sejumlah saham. Koreksi harga yang terjadi dalam sepekan ini menjadi gambaran dinamika pasar saham yang perlu dicermati pelaku pasar dalam membaca arah pergerakan berikutnya.(*)