KABARBURSA.COM – Ada yang menarik dalam keterbukaan informasi PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Erwin Ciputra, yang selama ini menjabat sebagai komisaris, mencatatkan pembelian saham dalam jumlah yang lumayan besar.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Erwin Ciputra melakukan pembelian sebanyak 2.300.000 saham CDIA melalui serangkaian transaksi di pasar pada 29 Januari 2026. Seluruh transaksi tersebut diklasifikasikan sebagai investasi langsung dan dilakukan dengan tujuan investasi.
Sebelum aksi ini, kepemilikan saham Erwin Ciputra di CDIA tercatat sebesar 0 persen.
Pembelian dilakukan secara bertahap dengan rentang harga yang bervariasi, mencerminkan eksekusi transaksi yang tersebar di beberapa level harga pasar. Harga pembelian berada di kisaran Rp1.100,00 hingga Rp1.245,00 per saham.
Dalam rincian transaksi, tercatat pembelian 500.000 saham pada harga Rp1.100,00 serta 294.900 saham pada harga Rp1.190,00, di samping transaksi lainnya yang membentuk total akumulasi 2,3 juta saham.
Setelah seluruh transaksi tersebut diselesaikan, Erwin Ciputra kini menggenggam sekitar 0,001 persen hak suara di CDIA. Kepemilikan ini bersifat langsung dan tercatat sebagai saham biasa.
Meski secara persentase tergolong kecil, masuknya nama komisaris ke dalam daftar pemegang saham menjadi perubahan struktural yang tercatat secara resmi dalam komposisi kepemilikan emiten tersebut.
Aksi pembelian saham oleh anggota dewan komisaris ini berlangsung di tengah perdagangan saham CDIA yang aktif pada akhir Januari. Dari sisi keterbukaan, manajemen menegaskan bahwa transaksi dilakukan untuk tujuan investasi dan tidak terkait dengan perubahan pengendalian maupun aksi korporasi lainnya.
Tidak terdapat pernyataan mengenai rencana lanjutan yang dapat memengaruhi struktur permodalan atau kepemilikan saham perusahaan.
Dilakukan Sehari Pasca Pembagian Dividen
Aksi Erwin Ciputra ini dilakukan sehari setelah pembagian dividen interim tunai sebesar Rp1,34 per saham kepada investor. Dividen dibagikan untuk tahun buku 2025, yang berasal dari laba bersih tahun berjalan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025.
Corporate Secretary CDIA Merly, dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis, 28 Januari 2026 menjelaskan, pada semester I-2025, anak usaha TPIA itu membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD67,84 juta.
Sedangkan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya mencapai USD78,4 juta, dengan ekuitas USD996 juta. Dividen tersebut akhirnya dibagikan kepada 124,83 miliar saham CDIA. Adapun dividen yield CDIA sebesar 0,08 persen.(*)