Logo
>

ADRO Naikkan Buyback Jadi Rp5 Triliun, ini Alasannya

Emiten tambang yang terafiliasi dengan konglomerat Garibaldi Thohir tersebut menegaskan bahwa nilai itu sudah mencakup biaya transaksi.

Ditulis oleh Syahrianto
ADRO Naikkan Buyback Jadi Rp5 Triliun, ini Alasannya
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) meningkatkan anggaran pembelian kembali saham (buyback) menjadi Rp5 triliun. (Foto: Dok. Alamtri Resources Indonesia)

KABARBURSA.COM – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) meningkatkan anggaran pembelian kembali saham (buyback) menjadi Rp5 triliun, dari sebelumnya maksimal Rp4 triliun. 

Emiten tambang yang terafiliasi dengan konglomerat Garibaldi Thohir tersebut menegaskan bahwa nilai itu sudah mencakup biaya transaksi, namun belum memasukkan komisi perantara pedagang efek serta biaya terkait lainnya.

"Pembelian kembali saham akan diakukan melalui BEI dan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan," kata manajemen Alamtri melalui keterbukaan informasi, dikutip Minggu, 5 April 2026.

Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026, dengan salah satu agenda meminta persetujuan investor untuk pelaksanaan buyback. 

Jika disetujui, periode pembelian kembali saham akan berlangsung selama 12 bulan sejak 18 April 2026.

Dalam simulasi perseroan, apabila seluruh dana buyback terserap, maka total aset, khususnya ekuitas, diperkirakan berkurang sebesar USD294 juta. 

Di sisi lain, laba per saham dasar diproyeksikan meningkat dari USD0,01526 menjadi USD0,01668.

Sebelumnya, Alamtri telah merealisasikan buyback tanpa persetujuan RUPS pada 16 Mei hingga 2 Juni 2025, merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023. 

Pada periode tersebut, perseroan menyerap sekitar 33 juta saham atau setara 0,11 persen dari total modal ditempatkan dan disetor.

Selanjutnya, aksi serupa kembali dilakukan pada 3 Juni 2025 hingga 28 Februari 2026, dengan jumlah saham yang dibeli mencapai 556,2 juta lembar atau setara 1,89 persen. 

Secara kumulatif, total saham hasil buyback atau saham treasuri ADRO mencapai 598,19 juta saham, setara sekitar 2 persen.

Manajemen Alamtri menyatakan bahwa langkah buyback ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham, sehingga harga saham dapat lebih mencerminkan fundamental perseroan. 

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham sekaligus memperkuat kepercayaan investor.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.