Logo
>

Akun Kripto Schwab Siap Rilis, Bitcoin Bertahan di Rp1,1 Miliar

Charles Schwab siapkan akun kripto langsung, sementara Bitcoin bergerak stabil di USD66 ribu atau Rp1,1 miliar di tengah sentimen institusi.

Ditulis oleh Yunila Wati
Akun Kripto Schwab Siap Rilis, Bitcoin Bertahan di Rp1,1 Miliar
Perdagangan kripto akan semakin dimudahkan dengan hadirnya akun kripto buatan Schwab. (Foto: André François McKenzie on Unsplash)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Di saat pasar kripto tidak lagi berada dalam euforia seperti beberapa tahun lalu, satu pintu baru justru mulai dibuka oleh institusi besar. Charles Schwab, raksasa pialang dengan kelolaan aset lebih dari USD12 triliun, bersiap menghadirkan layanan perdagangan kripto langsung melalui platformnya. 

Langkah ini datang bukan di puncak hype, melainkan di fase ketika pasar sedang lebih tenang, tetapi minat investor belum benar-benar padam.

Schwab Crypto yang disiapkan akan memungkinkan nasabah mengakses Bitcoin dan Ether secara langsung, bukan lagi melalui instrumen turunan seperti ETF. Ini menjadi perubahan penting dalam cara institusi melihat kripto, dari sekadar eksposur tidak langsung menuju kepemilikan aset secara penuh di dalam ekosistem investasi mereka. 

Meski belum tersedia di beberapa wilayah seperti New York dan Louisiana, arah kebijakan ini menunjukkan bahwa integrasi kripto ke dalam sistem keuangan tradisional terus berjalan.

Pernyataan CEO Charles Schwab Rick Wurster, memperlihatkan bahwa permintaan terhadap aset kripto masih bertahan di level nasabah. Ia menyebut bahwa klien tetap ingin memiliki kripto secara langsung, meskipun pilihan investasi lain tersedia. 

Data ini menegaskan bahwa minat terhadap aset digital tidak sepenuhnya bergantung pada siklus bullish, melainkan sudah mulai menjadi bagian dari preferensi portofolio.

Bitcoin Menguat Tipis

Di tengah langkah institusional tersebut, pergerakan Bitcoin hari ini justru mencerminkan fase pasar yang lebih stabil. Hingga Sabtu pagi pukul 08.06 WIB, Bitcoin berada di level USD66.908, menguat tipis 0,42 persen atau sekitar USD281 dibandingkan penutupan sebelumnya di USD66.627. 

Sepanjang sesi, harga bergerak dalam rentang yang relatif terjaga, dengan posisi tertinggi di USD67.375 dan terendah di USD66.275.

Rentang pergerakan ini menunjukkan bahwa volatilitas tidak sedang berada dalam kondisi ekstrem. Kenaikan yang terjadi lebih bersifat bertahap, bukan lonjakan agresif seperti yang biasa terlihat saat sentimen pasar berubah drastis. 

Volume transaksi yang tercatat di kisaran 3.848 juga mengindikasikan aktivitas yang tetap berjalan, namun tidak dalam fase lonjakan likuiditas.

Dalam denominasi rupiah, pergerakan Bitcoin memperlihatkan pola yang sejalan, tetapi dengan dinamika nilai yang terasa lebih besar secara nominal. Hingga Sabtu, 4 April 2026, pukul 08.09 WIB, Bitcoin tercatat di level Rp1.141.374.000, menguat sekitar 0,36 persen atau Rp4,1 juta dibandingkan posisi sebelumnya. 

Sepanjang sesi, harga sempat menyentuh level tertinggi Rp1.146.079.000 dan terendah di Rp1.130.236.000, menunjukkan rentang pergerakan yang tetap aktif meskipun tidak ekstrem.

Volume transaksi yang berada di kisaran 9,96 Bitcoin juga mencerminkan aktivitas yang tetap berjalan tanpa lonjakan signifikan. Ini mengindikasikan bahwa pasar domestik bergerak dalam ritme yang relatif seimbang, mengikuti arah global tanpa tekanan beli atau jual yang berlebihan. 

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga lebih banyak ditentukan oleh arus global dibandingkan faktor domestik.

Stabilitas harga Bitcoin dalam dolar yang berada di kisaran USD66 ribu kini tercermin konsisten dalam rupiah di atas Rp1,1 miliar. Tidak terlihat adanya deviasi yang signifikan antara pasar global dan domestik, yang menandakan bahwa transmisi harga berjalan efisien di tengah likuiditas yang tetap terjaga.

Dalam fase ini, Bitcoin dalam rupiah tidak menunjukkan lonjakan agresif, tetapi tetap bergerak naik secara bertahap. Kenaikan tipis yang terjadi memperlihatkan bahwa pasar masih menjaga keseimbangan antara minat beli dan tekanan jual, seiring dengan masuknya sentimen institusional seperti langkah Charles Schwab yang mulai membuka akses langsung ke aset kripto.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79