Logo
>

Aliran Dana Asing di Sesi I IHSG, GOTO Net Buy Terbesar

Investor asing mencatat pembelian bersih terbesar pada saham GOTO di sesi I IHSG, di tengah transaksi selekti.

Ditulis oleh Syahrianto
Aliran Dana Asing di Sesi I IHSG, GOTO Net Buy Terbesar
Aliran dana asing pada perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I, Rabu 14, Januari 2026. (Foto: Dok. GoTo)

KABARBURSA.COM – Aliran dana asing pada perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I, Rabu 14, Januari 2026, bergerak dengan konsentrasi transaksi yang jelas pada saham-saham tertentu. 

Aktivitas beli dan jual investor asing tidak menyebar merata karena terfokus pada kelompok saham berlikuiditas tinggi dan saham yang sebelumnya aktif diperdagangkan.

Berdasarkan data transaksi asing PT, GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi saham dengan pembelian bersih (net buy) terbesar oleh investor asing. GOTO mencatat net buy sebesar 208,7 juta saham, berasal dari foreign buy 5,92 miliar saham yang mengimbangi foreign sell 5,71 miliar saham. 

Masuknya aliran beli asing ke GOTO terjadi bersamaan dengan akumulasi pada sejumlah saham lain, meski dengan skala yang lebih kecil. 

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat net buy 120,7 juta saham, disusul PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 85,9 juta saham dan PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) 52,3 juta saham. 

Saham-saham berbasis komoditas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) juga masuk dalam daftar pembelian bersih. 

Hal ini bisa mencerminkan minat asing yang masih bertahan pada sektor yang sensitif terhadap siklus harga komoditas.

Di sisi lain, besarnya foreign buy pada saham-saham net buy juga diiringi foreign sell yang tidak kecil. Hal ini mengindikasikan adanya transaksi dua arah yang aktif. 

Dinamika ini memperkuat karakter perdagangan sesi I yang cenderung padat namun belum membentuk arah dominan.

Saham yang Dilepas Asing di Sesi I

Di tengah akumulasi pada sejumlah saham, investor asing juga tercatat aktif melakukan penjualan bersih pada kelompok saham lain. 

Tekanan jual terdalam terjadi pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan net sell 316,9 juta saham pada sesi I. Besarnya angka tersebut menempatkan BUMI sebagai saham dengan distribusi asing paling signifikan hingga pertengahan perdagangan.

Selain BUMI, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatat net sell 129,3 juta saham, diikuti PT Multipolar Tbk (MLPL) sebesar 29,9 juta saham dan PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) 19,5 juta saham. 

Saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga masuk dalam daftar penjualan bersih asing.

Menariknya, saham perbankan besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut mencatat net sell sebesar 16,6 juta saham. Meski skalanya lebih kecil dibandingkan saham-saham di atas, kehadiran BMRI dalam daftar net sell menunjukkan bahwa tekanan jual asing juga menyentuh saham berkapitalisasi besar. 

Saham properti seperti PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) juga tercatat dilepas asing, mengindikasikan penyesuaian eksposur pada sektor properti masih berlangsung.

Daftar penjualan bersih asing dilengkapi oleh saham-saham lain seperti PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE), hingga PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.