KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin, 4 Mei 2026 di zona hijau. IHSG mampu bertahan setelah jatuh bangun di sepanjang sesi. Indeks menguat 15 poin atau 0,22 persen ke level 6.971.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 593,6 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp20,65 triliun. Aktivitas pasar terjaga, tetap aktif di tengah pergerakan indeks yang relatif tipis.
Dari sisi sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh lonjakan sektor barang konsumen primer yang menjadi penggerak utama. Sektor ini mencatat kenaikan 2,53 persen, dengan saham-saham seperti AMRT yang melonjak 7,96 persen dan MAPI naik 6,58 persen.
Sejumlah saham lain di sektor yang sama seperti RALS dan LPPF juga turut menguat, meski dengan kenaikan yang lebih terbatas. Pergerakan ini menunjukkan fokus pasar yang mengarah pada saham berbasis konsumsi domestik.
Di sisi lain, tekanan datang dari sektor kesehatan yang menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,63 persen. Saham seperti HEAL dan SIDO mencatat pelemahan masing-masing 3,48 persen dan 3,20 persen, diikuti SILO dan DVLA yang turut berada di zona merah.
Dari daftar saham unggulan, AMRT, MAPI, JPFA, SCMA, PGEO, ISAT, dan ADMR masuk dalam jajaran top gainers LQ45. Sementara itu, GOTO, AADI, BUMI, CUAN, AMMN, PGAS, dan EMTK menjadi saham dengan tekanan terbesar pada indeks utama.
Bursa Asia Berakhir Positif
Di kawasan regional, pergerakan bursa Asia memberikan sentimen yang cenderung positif. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat naik 3 persen, mencerminkan optimisme pasar global.
Penguatan ini terjadi di tengah perkembangan terkait konflik di Timur Tengah yang mulai menunjukkan tanda-tanda peredaan, meski belum sepenuhnya stabil. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait upaya membuka jalur di Selat Hormuz menjadi salah satu perhatian pasar.
Indeks regional menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan, dengan Kospi Korea Selatan melonjak 5,12 persen ke 6.936 dan Taiex Taiwan naik 4,57 persen ke 40.705. Hang Seng Hong Kong juga menguat 1,24 persen ke 26.095.
Sementara itu, indeks Australia S&P/ASX200 justru melemah 0,37 persen ke 8.697. Kondisi perdagangan di Asia juga dipengaruhi libur di Jepang, yang membuat volume transaksi relatif lebih tipis.
Rupiah Dekati 17.400
Di pasar mata uang, rupiah justru bergerak berlawanan arah dengan pelemahan 0,33 persen ke level 17.394 per dolar AS. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan global dari potensi inflasi yang dipicu kenaikan harga minyak.
Sejumlah mata uang Asia lain juga menunjukkan pergerakan beragam. Yen menguat tipis, yuan dan ringgit mencatat penguatan, sementara dolar Singapura, dolar Australia, baht, dan rupee berada dalam tekanan.
Kombinasi antara penguatan sektor konsumsi domestik, reli pasar Asia, serta tekanan pada nilai tukar menunjukkan dinamika pasar yang bergerak dalam arah yang tidak sepenuhnya sejalan. IHSG berhasil bertahan di zona hijau, meski dorongan yang terjadi masih terbatas di tengah sentimen global yang terus berkembang.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.