KABARBURSA.COM - Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ditutup merosot tajam pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Emiten tambang pelat merah tersebut terkoreksi 260 poin atau 5,90 persen ke level Rp4.150 per saham dari posisi pembukaan di Rp4.340.
Sepanjang sesi berjalan, saham ANTM bergerak dalam rentang Rp4.010 hingga Rp4.340. Rentang tersebut mendekati area terendah hariannya dan menjauh dari level tertinggi 52 pekan di Rp4.970.
Dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp99,97 triliun dan rasio price to earnings (P/E) 13,47 kali, tekanan jual pada saham ANTM terjadi bersamaan dengan pelemahan signifikan harga logam mulia ritel perseroan.
Dari laman Logam Mulia, harga perak murni Antam pada perdaganga hari ini, tercatat turun Rp4.200 menjadi Rp52.000 per gram. Penurunan ini memperpanjang tren koreksi setelah sehari sebelumnya, Selasa (3/3), harga perak ambles Rp2.900 ke posisi Rp56.200 per gram.
Padahal pada Senin, 2 Maret 2026, harganya sempat melonjak Rp1.050 ke level Rp59.100 per gram. Namun dalam tiga hari terakhir, volatilitas harga perak domestik menunjukkan pola fluktuasi tajam yang mencerminkan respons cepat terhadap dinamika pasar global.
Berikut daftar lengkap harga perak Antam:
- Perak murni 250 gram: Rp13.400.000 atau Rp14.874.000 (setelah pajak pertambahan nilai (PPN) 11 persen).
- Perak murni 500 gram: Rp26.000.000 atau Rp28.860.000 termasuk PPN.
- Pada lini Heritage, harga perak 31,1 gram: di Rp2.163.013 atau Rp2.403.164 setelah pajak.
- Harga perak 186,6 gram dipatok Rp11.868.496 atau Rp13.174.031 termasuk PPN.
Harga Perak Global Menguat Tipis
Di pasar global, harga perak justru bergerak menguat tipis. Mengacu data Kitco, Selasa malam waktu Amerika Serikat, 3 Maret 2026, harga perak naik 0,42 persen ke level USD82,27 per troy ons. Kenaikan tersebut menempatkan harga kembali di zona hijau setelah mengalami koreksi pada awal sesi perdagangan.
Pergerakan yang berlawanan antara harga global dan harga ritel domestik mengindikasikan adanya faktor penyesuaian internal, termasuk dinamika nilai tukar, margin distribusi, serta respons permintaan pasar dalam negeri. Tekanan pada harga produk logam mulia berpotensi mempengaruhi ekspektasi pelaku pasar terhadap kinerja pendapatan berbasis penjualan emas dan perak ritel, yang selama ini menjadi salah satu kontributor penting bagi ANTM selain segmen nikel dan bauksit.
Koreksi saham ANTM yang mendekati enam persen dalam sehari terjadi ketika harga produk ritel perseroan mengalami penurunan signifikan secara beruntun. Kondisi ini mempertegas sensitivitas pergerakan saham ANTM terhadap dinamika harga komoditas logam mulia, baik di pasar global maupun domestik, di tengah fluktuasi yang masih tinggi pada awal Maret 2026.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.