Logo
>

Asing Cabut, Harga BBRI Semakin Jauh dari Target Analis

Arus keluar dana asing berlanjut sejak Maret, menekan pergerakan BBRI di tengah proyeksi kinerja yang masih tumbuh dan rekomendasi beli analis.

Ditulis oleh Yunila Wati
Asing Cabut, Harga BBRI Semakin Jauh dari Target Analis
BBRI masih beradalam dalam tekanan dana asing yang terus keluar sejak beberapa bulan terakhir. (Foto: dok BRI)

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mulai memperlihatkan satu fase yang tidak sekadar koreksi, tetapi tekanan yang datang secara berlapis baik dari sisi aliran dana, struktur harga, hingga posisi teknikal yang mulai bergeser.

Pada perdagangan Selasa, 7 April 2026, saham BBRI ditutup di level 3.230, turun 2,42 persen dari posisi sebelumnya. Sepanjang sesi, harga sempat menyentuh 3.320 sebelum akhirnya bergerak turun hingga 3.220. 

Tekanan jual yang muncul setelah percobaan naik tetidak mampu bertahan. Nilai transaksi yang mencapai Rp782,4 miliar dengan volume 2,39 juta lot menunjukkan aktivitas yang tetap tinggi, namun arah pergerakan didominasi pelepasan.

Struktur orderbook memperlihatkan tekanan tersebut dengan cukup jelas. Total antrian jual mencapai 565.840 lot dengan frekuensi 6.824 kali, lebih besar dibandingkan sisi bid yang berada di 499.349 lot dengan frekuensi 10.713 kali. 

Di sisi atas, antrian offer menumpuk tebal mulai dari 3.240 hingga 3.330, dengan lapisan besar di 3.320 sebesar 43.733 lot dan 3.330 sebesar 26.931 lot.

Sementara itu, sisi bawah memang masih memiliki penyangga, terutama di level 3.200 dengan 168.386 lot dan 3.210 sebesar 62.279 lot. Namun struktur ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan mendekati area atas langsung dihadang oleh supply yang lebih besar, membuat ruang naik menjadi terbatas.

Tekanan ini sejalan dengan aliran dana asing yang mulai keluar dalam beberapa bulan terakhir. Pada Maret 2026, tercatat net foreign sell mencapai Rp3,57 triliun, setelah sebelumnya pada Februari masih terjadi net buy sebesar Rp1,13 triliun. 

Pada awal April, arus keluar masih berlanjut dengan net sell Rp888,56 miliar, memperlihatkan perubahan arah yang cukup konsisten.

Pergerakan harga bulanan juga mencerminkan pola yang sama. Dari level 3.910 pada Februari, harga turun ke 3.330 di Maret dan kembali melemah ke 3.240 di awal April. Penurunan ini terjadi dalam struktur yang bertahap, bukan koreksi tajam satu arah, tetapi penurunan yang disertai distribusi berulang.

Di sisi lain, ekspektasi terhadap kinerja fundamental sebenarnya masih berada dalam jalur yang relatif positif. Konsensus analis menunjukkan proyeksi pendapatan naik dari Rp207,7 triliun pada 2025 menjadi Rp219,4 triliun pada 2026, sementara laba bersih diperkirakan meningkat dari Rp56,6 triliun menjadi Rp60,3 triliun. EPS juga diproyeksikan naik dari 373,8 menjadi 398,1.

Dari sisi rekomendasi, mayoritas analis masih menempatkan BBRI pada kategori beli, dengan 30 dari 36 analis memberikan rating buy. Target harga rata-rata berada di Rp4.390, dengan estimasi tertinggi Rp5.200 dan terendah Rp3.080, sementara posisi harga saat ini berada di Rp3.240.

Namun di tengah ekspektasi tersebut, pergerakan pasar menunjukkan dinamika yang berbeda. Harga bergerak turun, aliran dana asing keluar, dan struktur orderbook memperlihatkan tekanan jual yang konsisten di area atas. 

Kombinasi ini menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, pergerakan BBRI lebih dipengaruhi oleh arus likuiditas dan distribusi dibandingkan ekspektasi fundamental yang masih terjaga.

Dalam keseluruhan struktur, BBRI saat ini berada dalam fase penyesuaian harga. Ada penyangga di bawah yang masih menahan laju penurunan, tetapi tekanan dari atas terus muncul setiap kali harga mencoba naik. 

Pergerakan tidak lagi ditentukan oleh satu arah dominan, melainkan tarik-menarik antara akumulasi yang mulai terbatas dan distribusi yang masih berlangsung.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79