KABARBURSA.COM – Arus dana investor asing sepanjang sepekan perdagangan 13–17 April 2026 menunjukkan pergeseran alokasi yang berbeda antar sektor.
Berdasar pada data yang dihimpun Kabarbursa.com, saham-saham perbankan dilepas dalam jumlah besar, sementara pada saat yang sama dana asing mengalir ke sektor energi dan komoditas dalam periode lima hari bursa tersebut.
Tekanan jual asing terlihat jelas pada saham bank besar. Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) melepas BBCA senilai Rp474,8 miliar melalui 726.445 lot di kisaran harga Rp6.565, serta BMRI Rp268,4 miliar dengan 576.448 lot di harga Rp4.661.
UBS Sekuritas Indonesia (AK) juga mencatatkan penjualan BBCA Rp323,4 miliar dengan 500.191 lot di sekitar Rp6.464, diikuti BBRI Rp68,3 miliar melalui 199.491 lot di harga Rp3.426.
Penjualan pada saham perbankan ini terjadi dalam beberapa sesi perdagangan sepanjang sepekan, dengan rentang harga yang relatif berdekatan. Data tersebut menunjukkan bahwa pelepasan dilakukan secara bertahap tanpa pergerakan harga yang melebar.
Selain bank, saham TLKM juga mengalami tekanan jual dengan nilai Rp148,6 miliar oleh ZP dan Rp19,1 miliar oleh AK dalam periode yang sama.
Di sisi lain, aliran dana asing justru masuk ke sektor energi dan komoditas. ZP mencatatkan pembelian terbesar pada MEDC sebesar Rp118,1 miliar dengan volume 705.901 lot di harga Rp1.671.
Saham BRMS juga dikoleksi Rp108 miliar melalui sekitar 1,2 juta lot di harga Rp865, sementara BUMI menyusul Rp73,1 miliar dengan 2,9 juta lot di kisaran harga Rp253.
Pola serupa terlihat pada broker asing lainnya. UBS (AK) mencatatkan pembelian pada EMAS sebesar Rp45,1 miliar dengan 52.587 lot di harga Rp8.558, MBMA Rp25,8 miliar melalui 343.314 lot di harga Rp750, serta PGEO Rp25,1 miliar dengan 240.900 lot di kisaran Rp1.042. Saham ENRG dan DSSA juga masuk dalam daftar pembelian dengan nilai puluhan miliar rupiah.
Perpindahan dana ini terjadi bersamaan dengan aktivitas domestik yang berbeda arah. Mandiri Sekuritas (CC) justru menyerap sebagian saham bank yang dilepas asing, dengan pembelian BBCA Rp514,2 miliar melalui 777.952 lot di harga Rp6.612 serta BMRI Rp100,9 miliar dengan 219.280 lot di kisaran Rp4.647.
Stockbit Sekuritas Digital (XL) dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) juga mencatatkan pembelian pada saham perbankan dalam volume ratusan ribu lot selama periode tersebut.
Di sektor energi, pergerakan juga menunjukkan arus silang antar broker. MEDC yang dibeli ZP di harga Rp1.671 juga dilepas oleh CC sebesar Rp45,7 miliar melalui 276.467 lot di harga Rp1.656, serta oleh YP Rp36,9 miliar dengan 219.597 lot di kisaran Rp1.669.
Pergerakan ini menunjukkan adanya perpindahan posisi antar pelaku dalam rentang harga yang sempit.
BUMI dan BRMS menjadi contoh lain dari aktivitas dua arah. Selain dibeli oleh ZP dan YP dalam jumlah besar, saham ini juga tercatat dilepas oleh AK dengan volume jutaan lot.
Pergerakan tersebut berlangsung dalam kisaran harga Rp251 hingga Rp254 untuk BUMI, serta Rp864 hingga Rp867 untuk BRMS sepanjang sepekan.
Selama lima hari bursa, kombinasi pelepasan pada saham bank dan akumulasi pada sektor energi serta komoditas berlangsung secara konsisten.
Nilai transaksi yang besar disertai volume tinggi menunjukkan bahwa perpindahan dana tidak terjadi dalam satu sesi, melainkan tersebar dalam beberapa hari perdagangan.(*)