Logo
>

Asing Masuk Deras, Saham PADI Masih Ada di Dasar

Meski asing mencatatkan net buy lebih dari 53 juta saham, PADI tetap terkunci di auto rejection bawah, mencerminkan tekanan jual domestik yang masih mendominasi perdagangan.

Ditulis oleh Yunila Wati
Asing Masuk Deras, Saham PADI Masih Ada di Dasar
Asing masuk deras ke PADI dengan mencatatkan transaksi sebanyak 120,35 juta saham. Foto: Dok Padi Investama Sekuritas.

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) pada sesi pertama perdagangan hari ini menampilkan anomali yang cukup mencolok antara arus transaksi asing dan pergerakan harga di pasar. 

PADI langsung tertekan hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) di level 85, turun 15 persen dari penutupan sebelumnya di 100. Selanjutnya, saham tidak bergerak dari level tersebut sepanjang sesi pertama.

Sejak pembukaan di 91, tekanan jual muncul sangat cepat dan langsung mendorong harga turun ke batas bawah harian. Setelah menyentuh 85, harga praktis terkunci tanpa adanya pantulan, menandakan bahwa suplai saham yang dilepas ke pasar jauh melampaui daya serap pembeli di harga tersebut. 

Kondisi orderbook memperlihatkan antrean jual menumpuk di berbagai level di atas 85, sementara antrean beli nyaris tidak terlihat. Hal ini menciptakan situasi macet likuiditas di sisi bid.

Net Buy Tercatat 53,02 Juta Saham

Yang menarik, tekanan harga ini terjadi di tengah masuknya arus beli asing yang cukup signifikan. Data transaksi menunjukkan foreign buy mencapai sekitar 120,35 juta saham, lebih besar dibanding foreign sell sekitar 67,33 juta saham.

PADI berhasil mengumpulkan net buy sekitar 53,02 juta saham. Secara teori, arus asing bersih masuk biasanya memberikan dukungan terhadap harga. Namun pada kasus PADI hari ini, sinyal tersebut tidak mampu mengangkat harga sama sekali.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa tekanan jual dari investor non-asing, terutama domestik, jauh lebih dominan dan agresif. Arus beli asing yang masuk kemungkinan besar terserap oleh antrean jual yang sangat besar, sehingga tidak pernah benar-benar tercermin dalam kenaikan harga. 

Dengan kata lain, meski asing mencatatkan net buy, pasar tetap berada dalam kondisi kelebihan suplai yang ekstrem.

Dari sisi volume, total transaksi mencapai sekitar 1,95 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp140,6 miliar. Lonjakan volume yang terjadi bersamaan dengan harga terkunci di ARB merupakan ciri khas fase distribusi keras, bukan koreksi normal. 

Aktivitas transaksi tetap tinggi, namun seluruhnya terjadi di satu harga, menegaskan bahwa pelaku pasar berlomba keluar posisi, sementara pembeli hanya mampu menyerap sebagian kecil tekanan jual.

Area Krusial PADI

Jika dilihat dari struktur grafik harian, kejatuhan hari ini melanjutkan fase pembalikan tajam setelah reli spekulatif yang sangat curam sejak Desember 2025. Setelah sempat melesat ke area di atas 200, harga PADI berbalik turun cepat dan kini kembali mendekati zona awal reli. 

Penurunan yang berlangsung cepat dan dalam ini menunjukkan bahwa proses penyesuaian harga masih berjalan, dengan sentimen pasar yang berubah drastis dari euforia menjadi defensif.

Secara teknikal jangka sangat pendek, level 85 menjadi area krusial karena berfungsi sebagai batas bawah harian sekaligus penopang psikologis terdekat. Namun, belum terlihat tanda-tanda penyerapan yang kuat di level ini. 

Selama harga masih terkunci di ARB dan antrean jual tetap tebal, peluang terjadinya pemantulan pada sesi berikutnya sangat bergantung pada meredanya suplai, bukan semata pada besarnya arus beli asing.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79