Logo
>

AVIA Raih Pendapatan Rp8,1 Triliun, Laba Rp1,7 Triliun di 2025

Laba bersih mencapai Rp1,7 triliun dengan marjin 21,5 persen, didukung pertumbuhan volume 7,4 persen.

Ditulis oleh Syahrianto
AVIA Raih Pendapatan Rp8,1 Triliun, Laba Rp1,7 Triliun di 2025
Kinerja AVIA 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tengah kondisi ekonomi menantang. (Foto: Dok. Avia Avian)

KABARBURSA.COM – PT Avia Avian Tbk (AVIA) membukukan pendapatan Rp8,1 triliun sepanjang tahun buku 2025, meningkat 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat Rp1,7 triliun dengan marjin laba bersih 21,5 persen.

Manajemen AVIA menyatakan pertumbuhan tersebut didukung kenaikan volume dan konsistensi penjualan sepanjang tahun. Kinerja ini juga mencerminkan disiplin eksekusi strategi dan efisiensi operasional.

Sepanjang 2025, AVIA mencatat pertumbuhan volume penjualan 7,4 persen. “Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, Perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif melalui eksekusi strategi yang disiplin dan berkelanjutan,” demikian disampaikan dalam siaran pers dikutip Jumat, 28 Februari 2026.

Pendapatan meningkat Rp652 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan terjadi konsisten dari kuartal pertama hingga kuartal keempat, baik pada segmen solusi arsitektur maupun barang dagangan.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih naik Rp80 miliar dibandingkan 2024. Marjin laba bersih tercatat 21,5 persen, mencerminkan pengendalian biaya dan efisiensi operasional yang berkelanjutan.

Segmen solusi arsitektur berkontribusi sekitar 80 persen terhadap total penjualan. Segmen barang dagangan menyumbang sekitar 20 persen dari total penjualan.

Hingga akhir 2025, lebih dari 60.000 toko tercatat aktif bertransaksi dengan AVIA. Jumlah tersebut mencerminkan perluasan penetrasi pasar dan penguatan jaringan distribusi.

Sepanjang 2025, AVIA menambah lima pusat distribusi milik sendiri. Total pusat distribusi milik sendiri mencapai 129 titik, didukung 15 pusat distribusi mini dan 38 pusat distribusi pihak ketiga.

Perseroan mempertahankan tingkat layanan one-day delivery sebesar 90 persen. Infrastruktur logistik yang terintegrasi mendukung ketersediaan produk di berbagai wilayah.

Dari sisi inovasi, AVIA meluncurkan 12 produk baru pada segmen solusi arsitektur. Lima di antaranya telah memperoleh sertifikasi Green Label Singapore.

Sejak Mei 2025, AVIA mulai mendistribusikan produk Dextone melalui jaringan pusat distribusi Perseroan. Perluasan ini dilakukan untuk memperkuat portofolio pada segmen adesif dari kategori ekonomis hingga premium.

AVIA memiliki pangsa pasar sekitar 26 persen pada industri cat dan pelapis dekoratif di Indonesia. Kapasitas manufaktur didukung fasilitas produksi di Sidoarjo dan Serang dengan integrasi vertikal bahan baku.

Penjualan AVIA terbagi dalam dua segmen utama, yakni solusi arsitektur dan barang dagangan. Sejak 2020, Perseroan memiliki pusat riset dan inovasi Avian Innovation Center seluas 5.000 meter persegi.

Sepanjang 2025, pertumbuhan pendapatan dan laba bersih mencerminkan peningkatan volume, stabilitas marjin, serta penguatan jaringan distribusi. Data tersebut berdasarkan laporan keuangan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.