KABARBURSA.COM – PT Avia Avian Tbk, berkode saham AVIA, baru saja menutup secara permanen anak usahanya, PT Multipro Paint Indonesia (MPI). Keputusan ini diambil lantaran sejak 2024 MPI mencatatkan penurunan kinerja dan kerugian operasional berulang.
Memang penutupan MPI tidak memberikan kerugian fundamental yang besar. Sejauh ini, MPI hanya menyumbangkan sekitar 0,55 persen terhadap pendapatan konsolidasian 2024. Artinya, secara nilai ekonomi yang ditutup oleh AVIA bukanlah mesin utama laba.
Jika dilihat dari sudut pandang strategi, langkah ini merupakan suatu pengetatan dan focus ke core business, bukan menjadi sinyal pelemahan struktural AVIA.
Jika dilihat dari sepekan terakhir (15-19 Desember 2025) harga saham AVIA sudah terkoreksi sebanyak 3,39 persen ke level 456, dengan volume transaksi sekitar 2,55 juta saham. Transaksi ini relative sepi bila dibandingkan dengan rata-rat volume harian di kisaran 25 juta saham.
Di sini, penurunan harga tidak diiringi lonjakan volume, di mana tekanan lebih bersifat pelepasan ringan atau penyesuaian posisi, bukan distribusi agresif oleh pelaku besar. Pasar terlihat mencerna informasi penutupan anak usaha dengan hati-hati, bukan panik.
Sementara hari ini, AVIA sedang menunjukkan upaya bertahan. Saham dibuka di 454, sempat naik hingga 460, lalu bergerak di rentang 454-460 sebelum akhirnya stay di area 456.
Kenaikan tipis 0,88 persen dari penutupan sebelumnya mengindikasikan adanya respons beli selektif, meski belum cukup kuat untuk membalikkan tekanan mingguan. Nilai transaksi harian sekitar Rp1,2 miliar dengan volume 25,48 ribu lot juga memperlihatkan minat yang ada, tetapi belum agresif.
Ada yang Mencoba Menahan Harga
Di sisi bid, antrean cukup tebal dan berlapis di area 454–452, dengan total bid lot yang signifikan. Di sini ada buyer yang siap menahan harga di zona tersebut. Namun, di sisi offer, tekanan jual terlihat lebih berat, terutama di level 470 dan 476. Masing-masing menumpuk puluhan ribu lot.
Struktur seperti ini mencerminkan pasar yang masih “ditahan dari atas”. Ada minat beli di bawah, tetapi supply di atas belum terserap. Akibatnya, harga bergerak cenderung sideways dengan bias lemah.
Menariknya, tidak terlihat pola bid kosong atau offer tipis ekstrem. Ini menunjukkan bahwa pelaku pasar belum melihat penutupan MPI sebagai risiko sistemik bagi AVIA. Reaksi yang muncul lebih menyerupai penyesuaian valuasi jangka pendek akibat berita korporasi, bukan perubahan persepsi jangka panjang terhadap bisnis inti Avian Brands.
Hal ini konsisten dengan pernyataan manajemen bahwa tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, maupun kondisi keuangan perseroan.
Kesimpulannya, dalam sepekan terakhir pasar merespons penutupan anak usaha AVIA dengan sikap hati-hati, tercermin dari koreksi harga yang tidak disertai lonjakan volume. Hari ini, saham mulai menunjukkan tanda stabilisasi, meski masih tertahan oleh lapisan supply di atas.
Orderbook mengonfirmasi bahwa pasar belum sepenuhnya bullish, tetapi juga tidak menunjukkan tanda distribusi besar. Selama harga mampu bertahan di area bid kuat dan tidak terjadi peningkatan volume jual yang signifikan, penutupan MPI lebih layak dibaca sebagai pembersihan struktur bisnis, bukan sinyal pelemahan fundamental AVIA.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.